Zakat ASN, Pemkab Tasik Tak Asal Potong

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Potensi zakal harta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tasikmalaya sangat tinggi. Namun demikian, realisasinya baru mencapai 20 persenan.

“Karena kan ada yang langsung ke panti asuhan, ke pondok alokasinya. padahal ada Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 supaya zakat mal dari ASN ini dibayarkan nya melalui baznas sebesar 2,5% dari gaji pokok,”kata Asisten Daerah II Pemkab Tasik, Budi Utarma, kemarin.

Jadi, kata dia, Baznas harus merealisasikan Inpres tersebut agar bisa bekerjasama dengan Pemkab Tasik terkait pembayaran zakat. Di lingkungan Pemkab Tasik sendiri, setiap bulan gaji pokok ASN dan BUMD sudah berjalan potongan zakat 2,5%. Namun dalam praktiknya ternyata tidak asal potong.

“Karena ini kan kesadaran. Zakat ini adalah ibadah dan kita akan sosialisasikan dulu. Sebetulnya ini sudah berjalan cuma belum semuanya ASN mengikuti aturan baznas seperti ini dan sebetulnya ini adalah Instruksi Presiden,”tandasnya.

Selain itu, jelas dia lagi, sebelum inpres itu tersebut, Bupati sudah mengintruksikan kepada bawahannya di tahun 2017 agar membayar zakat profesi sebesar 2,5% dari total pendapatan yang diterima sesuai dengan hukum syar’i dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

“Karena ini instruksi dari presiden dan dari bupati juga sudah jelas,”katanya.

Diketahui bahwa potensi ASN Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya cukup besar, bahkan hampir mengimbangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tasikmalaya sebesar Rp300 miliar per tahun. (jang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here