Yusril Ihza Belum Pas Diduetkan dengan Prabowo?

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Sampai saat ini, koalisi partai untuk pilpres 2019 masih sangat cair, belum mengkristal. Masih dalam penjajakan. Berbagai wacana tentang koalisi dan pasangan capres yang mengemuka masih bagian dari test the water.

Begitu pula wacana memasangkan sosok Prabowo dengan Yusril Ihza Mahendra. Mewacanakan sejumlah tokoh dalam bursa capres itu hal yang biasa dan lumrah. Itu bagian dari pendidikan demokrasi.

Salah satu ciri sistem demokrasi adalah menyajikan pilihan calon pemimpin. Nah bagaimana jika seandainya Prabowo berpasangan dengan Yusril?

Dalam politik selalu ada rumus untuk mengkalkulasi probabilitas politik. Karenanya harus dihitung seberapa besar kemungkinan kedua tokoh tesebut bisa berpasangan. Menurut hemat saya, ada beberapa aspek yang menjadi dasar perhitungan.

Pertama syarat dukungan partai yang memungkinkan memenuhi syarat Presidential Threshold untuk mengusung pasangan calon presiden. Kedua adalah aspek elektabilitas.

Dari aspek pertama yaitu tentang syarat PT, justru bisa memberatkan bagi Prabowo jika Yusril hanya bermodalkan sebagai Ketua Umum PBB. Kecuali ada sejumlah partai politik lain yang mau berkoalisi mendukung Prabowo – Yusril.

Tetapi menurut hemat saya agak sulit karena masing-masing partai juga memiliki agenda sendiri. Kecuali sosok Yusril memiliki ketokohan yang sangat kuat dan bisa “laris dijual”. Hal ini berkaitan dengan aspek kedua, yaitu elektabilitas.

Seberapa besar elektabilitas Yusril secara individu dan secara berpasangan dengan Prabowo akan sangat menentukan apakah kedua tokoh tersebut layak berpasangan.

Dari aspek elektabilitas, secara personal, sosok Yusril untuk sementara ini masih sangat jauh dibandingkan dengan Jokowi dan Prabowo. Bahkan masih di bawah figur Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono ketika dua nama tersebut muncul ke permukaan.

Belum lagi, jika dibandingkan dengan sosok Ridwan Kamil dan Risma, nampaknya Yusril masih harus bisa menggenjot elektabikitasnya agar paling tidak setara dengan nama-nama tersebut.

Oleh karena itu, sosok Yusril justru bisa menjadi beban bagi Prabowo jika mereka akan berpasangan.

Oleh: Karyono Wibowo – Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

Direktur Strategi INDO SURVEY & STRATEGY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here