Wakil Bupati Garut Pantau Ketersedian Kepokmas, Jelang Natal dan Tahun Baru

0

GARUT, voiceofjabar.com – Menjelang perayaan hari natal dan tahun baru, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, di dampingi Kapolres Garut, AKBP. Budi Satria Wiguna, mendadak inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Ciawi Tali, Kabupaten Garut.

Sidak dilakukan guna memantau harga dan pasokan barang saat menjelanh natal dan tahun baru 2018. Dalam sidak ini, ada beberapa pedagang yang mengeluhkan lambatnya pasokan barang sehingga mengpengaruhi terhadap kenaikan harga.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, setelah dilakukan sidak tadi, sampai saat ini pasokan barang ke Pasar Ciawi Tali, masih relatif aman.

“Ada beberapa barang yang mengalami kenaikan dan penurunan. Misalnya, pada harga telur ayam. Namun, kenaikannya relatif stabil,” ujarnya, Jum’at (14/12/2018) pada wartawan.

Helmi mengaku, kendati demikian ketersediaan barang kebutuhan masyarakat sampai tibanya natal dan tahun baru aman.

“Masih aman sampai natal dan tahun baru ketersediaan Kepokmas,” ucapnya.

Sementara Kapolres Garut, AKBP. Budi Satria Wiguna, yang mendampingi Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menuturkan, dalam menjelang natal dan tahun baru, tidak ada permainan-permainan harga.

“Kami meminta tidak ada permainan-permainan harga. Apalagi, para tengkulak melakukan penimbunan barang, sehingga berdampak terhadap kenaikan harga,”

Budi mengatakan, setiap menjelang hari raya biasanya kerap terjadi penimbunan barang. Yang mana barang hilang dari perdagangan. Setelah harga melambung baru barang tersebut ada lagi.

“Kami akan pantau terus, jangan sampai ada permainan penimbunan barang,” katanya.

Sementara salah satu warga asal Kecamatan Limbangan, Nunung Nurhaeti (40) mengatakan, kenaikan harga pokok kebutuhan masyarakat sudah terjadi sejak beberapa pekan yang lalu. Yang mana terjadi pada telur ayam negeri, daging ayam, bawang merah dan cabe merah.

“Ayam potong saja biasanya harga Rp33 ribu/kilo naik menjadi Rp37 ribu, untuk telur ayam yang semula Rp21 ribu naik menjadi Rp25 ribu/kilo,” ujarnya.

Dikatakan Nunung, biasanya sehari ke pasar membawa uang sebesar Rp300 ribu, bisa membeli beacam-macam kebutuhan, adanya kenaikan harga beberapa bahan pokok, hanya bisa membeli beberapa barang saja.

“Uang sekarang tidak ada artinya, kebutuhan makin meningkat harga terus merangkak naik,”

Ia juga berharap kejadian kenaikan sejumlah bahan pokok, tidak terjadi pada barang lainnya, misalnya, Gas Lpg 3 Kg jangan ikut-ikutan naik. Apa lagi terjadi kelangkaan.

“Jangan sampai momen besar di manfaatkan oleh para pemasok barang,” singkatnya. Sandi***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here