Usut Kasus, ICW Terbukti Pilih-Pilih

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Masih hangat dan dengan lantang di hadapan media, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritisi soal rencana pembangunan apartemen bagi anggota DPR RI.

ICW menilai rencana pembangunan apartemen tersebut berpotensi jadi lahan bancakan pejabat.

Sebelum itu, ICW juga menghajar kasus E-KTP yang melibatkan Setya Novanto. Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho menengarai ada unsur politis di balik pengendapan kasus dugaan permufakatan jahat Setya Novanto oleh Kejaksaan Agung.

“Muncul kekhawatiran (pengendapan) itu adanya deal-deal politik di mana jaksa agung nya eks orang parpol dan Setya Novanto orang parpol juga,” kata Emerson di Jakarta seperti dilansir teropongsenayan.

Sikap ICW ini mengundang tanya. Sebab dalam beberapa kasus, ICW justru diam seribu bahasa. Tak bergeming. Terkesan sudah “diamankan” alias tidak independen lagi. Misal dalam skandal pembelian RS Sumber Waras yang diduga kuat menyeret Gubernur DKI Jakarta (BAP) alias Ahok, ICW tertidur.

Bahkan sebaliknya, ICW justeru membela Ahok mati-matian. Misalnya Aktivis ICW Febri Hendri yang pernah mempertanyakan kredibilitas BPK dalam audit RS Sumber Waras.

Bahkan terhadap sikap ICW yang ‘tidak wajar’ ini, Guru Besar Ilmu Hukum Prof Romli Atmasasmita melalui akun Twitter-nya mempertanyakan pandangan Febri Hendri.

“ICW sekarang jadi PH Ahok. Yg lazim ICW soroti kinerja pejabat publik, kritis banget. Eeh yang ini?”cuit Romly.

Berkaca pada kenyataan tersebut, sangatlah wajar bila publik mempertanyakan independensi lembaga yang konon dibiayai asing itu. (red/ts)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here