Tukang Patri Keliling Sudah Dilupakan Di Era Milenial

0
GARUT, voiceofjabar.com – Era milenial sangat mempengaruhi kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kecil. Selain, tergerus dengan keadaan yang serba canggih, tak kurang mereka masih terus bertahan dengan perekonomian yang makin seba mahal. Termasuk, Dadang (60), warga Kampung Campaka RT01/06 Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, tukang patri keliling yang menawarkan jasa tambal panci.
Seiring dengan perkembangan zaman pekerjaan jasa mematri peralatan rumah tangga mulai tergusur dari kehidupan. Hal itu karena jasa yang di berikan sudah jarang dipakai oleh sebagian besar di era modern ini.
Pekerjaan Dadang adalah menambal panci yang berlubang dengan menggunakan timah dan alumunium yang ditempel dilubang panci dan direkatkan dengan cara dibakar.
Menurut Dadang, sekarang ketika melihat panci rusak para ibu rumah tangga tersebut lebih memilih membeli panci yang baru karena harganya sangat murah.
“Terlebih sejak kompor minyak tanah beralih ke gas elpiji, jarang sekali ada ibu rumah tangga yang menambal kompornya pakai las patri. Kini semua sudah beralih ke gas elpiji,” ujarnya, Selasa (27/11/2018) saat ditemui di pusat kota Garut.
Dadang mengaku, profesi yang dilakoninya itu mulai digeluti sejak tahun 60-an. Meski sering beralih pekerjaan, kata dia, tetap saja tak bisa meninggalkan keahlian yang sudah menghidupi keluarganya selama puluhan tahun itu.
“Saya mulai usaha sekitar jam delapan pagi. Setiap hari sambil berharap ada orang yang menambal perabotan, saya kerap mengitari wilayah Jayaraga, Ciwalen, Sukadana dan sekitarnya. Sebenarnya sudah lelah, namun mau bagaimana lagi,” cetus Dadang.
Ia menuturkan, berbeda dengan 5 tahun kebelakang, jasa mematri barang kerap di cari oleh warga. Soalnya, saat jaman belum seperti sekarang ini yang seba mewah.
“Kalau lima tahun ke belakang, jasa patri masih banyak di cari oleh warga. Kini sudah tidak lagi banyak digunakan jasa patri,” katanya.
Kendati tergerus dengan jaman, Dadang, terus bertahan demi memenuhi kebutahan hidup. Yang mana keahliannya hanya bisa mematri. Padahal, memiliki niat ingin membuka usaha warung kecil-kecilan di depan rumahnya. Karena tidak memiliki modal yang cukup, terpaksa hingga saat ini bertahan sebagai tukang patri. Sandi***
Editor : Firdaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here