Tol Cisumdawu Menyapu, Petani Sumedang Merintih

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Serikat Tani Kerakyatan Sumedang (STKS) mendatangi kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu, (12/12). Mereka mengadu kepada wakil rakyat perihal pembangunan Tol Cisumdawu yang telah merenggut lahan eks perkebunan yang telah lama dikelola petani sekitar tanpa pemberitahuan.

Bahkan sebelumnya, telah muncul kesepakatan antara para petani Sumedang dengan pihak IPDN Jatinangor sebagai pemilik lahan yang berisi:

tanah seluas 65 hektare milik IPDN berhak dikelola oleh petani STKS dan apabila di kemudian hari akan ada proyek pembangunan baik berskala lokal maupun nasional, maka akan diinfokan kembali sebelum adanya pembangunan”. Demikian isinya.

Nyatanya, pemberitahuan itu tidak ada. Para petani di 5 desa pun kehilangan mata pencaharian.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan pihaknya sudah menugaskan Komisi I untuk menindaklanjuti keluhan para petani tersebut dengan mengadakan pembahasan khusus dengan pihak terkait.

“Kami sudah menugaskan khsusunya kepada komisi I untuk menindaklanjuti dengan pihak terkait di pemerintahan di antaranya dengan bidang pertanahan untuk melihat dan menyampaikan aspirasi mereka,”katanya.

“Tentunya kami berharap tentunya setelah dikaji dipelajari terus minta kontak ketua STKS supaya apapun hasilnya nanti bisa diinformasikan kepada mereka,”tambahnya.

Diketahui, lahan eks perkebunan di Jatinangor tersebut keseluruhan 280 hektar yang diberikan pemerintah untuk kampus IPDN. Dalam MoU, terdapat bagi-bagi lahan, hektar untuk masyarakat dan 3 hektar dikuasai negara.

Hak Guna Pakai tanah itu diterbitkan pihak IPDN. Seiring berjalannya waktu, tanah garapan petani di desa-desa sekitar eks perkebunan itu diambil alih IPDN.

Kini ditambah lagi dengan proyek Tol Cisumdawu. Proyek sepanjang 60 KM itu telah dimulai sejak 2011 lalu. Sejak itu, satu per satu keluhan masyarakat sekitar bermunculan.

Di antaranya, sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, jengkel. Mereka mengeluhkan mampetnya sirkulasi air bersih. (red/ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here