TKD Jabar akan Prioritaskan Warga Setempat sebagai Saksi di TPS

0

BANDUNG, Voiceofjabar.com – Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Jawa Barat Abdy Yuhana berharap, proses pengamanan suara pasangan calon nomor urut 01, dapat berjalan lancar.

Terkait hal tersebut, TKD Jokowi-Ma’ruf Jabar, menggelar pertemuan guna membahas rekrutmen saksi yang nantinya akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) guna mengawal proses pencoblosan saat Pemilihan Umum mendatang.

“Hari ini dibahas bagaimana metoda untuk melakukan rekrutmen saksi di Jawa Barat yang sejumlah 138.050 TPS. Kami sudah pastikan bahwa saksi yang akan hadir itu adalah dua, yang tugasnya melakukan pengamanan TPS-TPS di Jawa Barat,” jelas Abdy, di sela rapat pembahasan rekrutmen saksi, di Hotel Horison Bandung, Senin (18/3).

Menurut Abdy, Jabar merupakan wilayah lumbung suara terpenting, karenanya pengamanan suara harus dideteksi sejak dini, serta disiapkan secara matang.

TKD Jabar, kata Abdy, memprioritaskan warga setempat untuk menjadi saksi.

“Para saksi ini tentunya harus memahami dan mengetahui cara mengisi formulir C1. Formulir C1 merupakan bukti otentik, guna memeroleh penghitungan suara riil pasangan calon,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain melakukan pengawalan suara pasangan 01, para saksi ini nantinya juga mempunyai tugas untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

“Partisipasinya kita targetkan sekitar 85-90 persen. Kalau di Jawa Barat memang selama ini partisipasi pemilih itu sekitar 67-70 persen. Untuk pastikan kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, partisipasi pemilih harus tinggi,” tandasnya.

Di sisi lain, Abdy mengatakan, seiring semakin gencarnya serangan hoax dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma’ruf di Jabar, pihaknya juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antihoaks.

Menurutnya, Satgas Antihoaks ini bertugas mendeteksi setiap potensi penyebaran hoax dan fitnah, terutama di media sosial (medsos) sekaligus melaporkan setiap temuan hoax dan fitnah tersebut.

“Hoax ini bertentangan dengan hukum, jadi harus diusut secara hukum,” kata Abdy.

Abdy mengatakan, semakin mendekati hari pencoblosan Pilpres 2019, hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma’ruf semakin masif.

Jika tidak diantisipasi, dikhawatirkan akan menggerus elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.

“Dampaknya pada elektabilitas. Masyarakat awam kalau disuguhkan informasi menyesatkan pasti terpengaruh,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here