Tinggal di Rumah Reyot, Nasib Mak Manisem Luput dari Perhatian Pemerintah

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Gegap gempita menyambut hajat politik 2018 kian menghangat.  Baligo bakal calon dipajang dimana-mana. Nyaris di setiap sudut di Kabupaten Ciamis. Hanya ironisnya, hal yang jauh lebih urgent justeru terabaikan. Salah satunya problem rumah tak layak huni.

Tengok saja kediaman nenek Manisem (70) warga Dusun cisaar Rt 10/ Rw 03, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Ia hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot.  Rumah tua itu sudah sangat lapuk dan mengancam hidup si nenek andai sewaktu-waktu rumah ambruk.

Belasan tahun nenek Manisem tinggal di sana. Untuk menyambung hidup, ia hanya mengandalkan belas kasih tetangga. Tampak dari dekat,  nyaris seluruh atap rumahnya bocor, tidak ada penerangan listrik. Hanya lampu minyak yang terbuat dari botol. Dinding rumah bolong-bolong, jebol bahkan ada yang menggunakan pelepah daun kelapa.

Saat kami hendak mewawancarainya, si nenek hanya diam. Enggan diajak bicara. Maklum sudah sangat sepuh.

Ruhimat Purnama, salah satu warga setempat mengaku prihatin karena masih ada warga Ciamis yang tinggal di gubu reyot. Selama ini, kata dia, belum ada sentuhan dari pemerintah setempat.

“Saya sangat berharap pemerintah segera memberi perhatian berupa bantuan kepada nenek Manisem dan mungkin masih banyak Nenek Manisem lainnya yang perlu dibantu,” ucap Ruhimat Purnama Kepada Voiceofjabar.com, Minggu, (30/04).

Ada banyak stok baralak ( daun kelapa) di belakang rumahnya. Semua itu sebagai langkah antisipasi persiapan untuk menutup kebocoran bilik rumah jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Semoga pemerintah segera memberi bantuan kepada nenek Manisem,”katanya. (ton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here