Tim SAR Bakamla Temukan Potongan Tubuh Korban Pesawat Jatuh

0

Karawang, Voiceofjabar.com – Serpihan benda yang diduga bagian pesawat dan barang milik penumpang kembali ditemukan Tim Satuan Tugas Search and Rescue (SAR) Bakamla.

Selain itu, tim menemukan lima bagian tubuh yang diduga penumpang korban pesawat naas Lion Air JT 610.

Dalam pencarian yang dipimpin Mayor Laut (T) Puadi Hasani pada Selasa (30/10), tim menemukan sebuah dompet beserta beberapa kartu identitas dan sejumlah uang rupiah, real dan ringgit di lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Di dalam dompet tersebut terdapat beberapa kartu debit serta SIM C atas nama H. Ahmad Mughni HS, S.E.,M.M, laki-laki usia 45 tahun, lahir 21 Maret 1973 di Palembang, beralamat Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kemudian terdapat juga kartu BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Peserta Taspen, NPWP, kartu anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belintung, serta tiga buah kartu nama yang bersangkutan.

Temuan lainnya beberapa lembar pecahan rupiah, real dan ringgit. Dalam catatan manifest, H. Ahmad Mughni terdaftar sebagai penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor urut 099 seat 18 D.

Selanjutnya hasil temuan tersebut diserahkan langsung oleh Puadi Hasani kepada Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Deden Ridwansyah di Posko Basarnas Tanjung Pakis, Karawang.

Tim SAR Bakamla memulai pencarian sekitar pukul 06.00 Wib, dengan menggunakan dua perahu karet didukung delapan orang penyelam dan tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) berangkat dari Posko di Tanjung Pakis menuju titik koordinat yang diduga lokasi jatuhnya pesawat.

Sedianya tim penyelam yang membawa perlengkapan selam lengkap akan membantu evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam air, namun saat memasuki titik koordinat tersebut tim Sar Bakamla RI menemukan serpihan-serpihan yang terapung di laut.

Karena banyaknya material yang ditemukan di sekitar lokasi, Tim Satgas SAR memfokuskan evakuasi benda-benda yang diduga bagian pesawat dan serpihan lainnya.

Menurut SMC Hendra Sudirman, lokasi persis jatuhnya pesawat hingga saat ini masih dilakukan pendeteksian oleh tiga kapal dari BPPT, kapal Basarnas Bandung dan kapal Dunamos.

Hal tersebut disampaikan Hendra saat Mayor Puadi Hasani berkoordinasi dengan Dirjen Ops Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo AJI didampingi Hendra Sudirman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dan Kasi Ops Basarnas Made Oka, di Anjungan KN SAR Jakarta yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Pakis.

“Jika sudah menemukan lokasinya secara persis, ketiga kapal tersebut akan memetakan lokasi dan memberikan tanda-tanda medan untuk mempermudah tidakan lanjutan,” ujar Hendra seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Hingga saat tim penyelam Bakamla terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Basarnas guna mendukung dan membantu pencarian korban di bawah air. Rencananya pencarian akan dilanjutkan pagi ini (Rabu, 31/10) di lokasi yang sama.

Rmoljabar.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here