Terlibat Sindikat Pencurian Motor, Dua Remaja Diringkus

0

CIAMIS, Voiceofjabar.com – Dua remaja berumur 17 tahun berinisial UFBB warga Limbangan Kabupaten Garut dan PA warga Tarogong Kidul Kabupaten Garut diciduk Tim Satuan Residivis Kriminal Polres Ciamis karena terlibat dalam jaringan sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.

UFBB merupakan siswa yang masih duduk di salah satu SMA di Garut, sedangkan PA merupakan remaja putus sekolah.

Tidak hanya dua remaja itu, Sat Reskrim Polres Ciamis juga telah menangkap empat orang lainnya berinisial J (24), ASS (27), IS (19) dan A (44).

“Mereka ditangkap di Garut dan di Tasikmalaya” ucap Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso.

“Sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua tersebut berhasil diungkap disertai barang bukti yang berhasil diamankan yakni 3 unit kendaraan roda empat dan 9 kendaraan roda dua,” tambah Bismo.

Bismo menjelaskan, komplotan pencurian spesialis kendaraan roda empat dan roda dua ini sudah terhitung 23 kali beraksi mencuri. Di antaranya terdapat 12 TKP di Kabupaten Ciamis dan 11 TKP lainnya dilakukan di Tasik, Banjar dan Indramayu.

Komplotan ini melakukan aksinya dengan bekerja secara bersama-sama dengan peran yang berbeda-beda, ada yang bagian survei, memantau, mengawasi dan eksekusi.

“Sebelum melakukan aksi, mereka sudah mempersiapkan alat sedemikian rupa, dan di antara pelaku tersebut juga ada koordinatornya yang sudah pernah ditangkap di Bandung dalam kasus yang sama,” ujarnya.

Sindikat ini telah beroperasi sejak April 2019. Di antara para pelaku ada yang berprofesi montir di bengkel. “Jadi sangat berhubungan erat dengan alat-alat bagian elektronik yang digunakan para pelaku dalam menghidupkan mobil,” tuturnya.

“Kami telah mengamankan barang bukti tujuh anak mata kunci yang terbuat dari besi, kunci leter Y, dua kunci leter L dan beberapa kabel soket serta satu handphone smartphone untuk digunakan komunikasi pelaku,”terangnya.

Kini, keenam pelaku telah mendekam di penjara. Mereka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke (3), ke (4), ke (5) KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Kapolres menghimbau agar masyarakat lebih preventif terhadap kendaraan pribadinya.

“Gunakanlah kunci ganda jika perlu, adapun jika masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan roda empat atau roda dua, silahkan datang aja ke kantor polisi,” pungkasnya. (far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here