Tepis Hoax, Jaga Kehormatan Daerah & Budayakan Musyawarah

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com
Pemberitaan palsu atau hoax, isu intoleransi, dan merebaknya kekerasan terhadap ulama di beberapa daerah harus disikapi dengan kehati-hatian ekstra.

“Salah satunya dengan menumbuhkan sikap rasa memiliki daerah dan menjaga kehormatan daerah. Dengan cara itu, apapun isu dan kejadian di lingkungan kita, akan dapat dihadapi dengan baik,”ungkap Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya H. Ahmad Muksin, belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat perlu menggiatkan kembali musyawarah untuk mufakat dalam menyikapi berbagai hal yang terjadi.

“Wilayah Kabupaten Tasikmalaya jangan sampai terpengaruh kejadian-kejadian negatif yang ada, cepatlah bermusyawarah agar situasi jangan sampai semakin keruh. Hindari perpecahan di antara kita, hati-hati perpecahan itu akan dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab,”katanya.

Terkait tahun politik di tahun 2018, ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusifitas secara optimal untuk menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat.

”Mari kita bersama-sama menjaga kondisi sosial politik agar tidak menggangu sendi-sendi kerukunan antara umat yang selama ini telah terjaga dengan baik. Berikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar mereka dapat menjaga kerukunan dengan mengedepankan nilai toleransi dan kebersamaan antar umat, “ ujar Ahmad Muksin.

Menyikapi kondisi penggunaan internet/media sosial/jejaring sosial oleh berbagai kalangan masyarakat yang saat ini semakin meningkat, Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya Abdul Naseh, mengimbau agar masyarakat cerdas dalam menggunakan media sosial terutama dalam mengantisipasi beredarnya berita hoax.

“Budaya tabayun membuat kita dapat memastikan apakah berita yang disampaikan hoax atau tidak dengan cara langsung bertanya kepada sumber utama, jika mendapatkan kesulitan maka kita dapat mendeteksi dengan melihat alamat situs dan pengelolanya. Situs hoax biasanya mencantumkan kantor, nomor telepon, dan identitas pengelola yang fiktif,”tandas Anes. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here