SUARA PEREMPUAN UNTUK PEREMPUAN

0

Oleh:
IPA ZUMROTUL FALIHAH

Wakil Sekretaris Kaukus Perempuan Politik Indonesia Kota Tasikmalaya

Voiceofjabar.com – Regulasi undang-undang keberpihakan terhadap kaum perempuan sebenarnya sudah baik, ada peningkatan dari periode ke periode ketimbang di masa lampau. Tinggal perempuannya itu sendiri yang memanfaatkan hal tersebut agar benar benar bisa direalisasikan dengan baik dan tepat sasaran.

Sehingga manfaat regulasi undang undang tersebut bisa dirasakan oleh para perempuan itu sendiri dan juga anak anak. Karena berbicara perempuan tentunya berkaitan dengan anak anak didalamnya, saling terkait.

Meski regulasi undang undang keberpihakan terhadap perempuan sudah baik, namun justru masalahnya ada di kaum perempuan itu sendiri, yakni ketika para perempuan meneriakan secara lantang ingin kesejajaran hak dan kewajiban dengan para lelaki atau yg lebih familier dengan istilah Kesetaraan Gender. tapi ada banyak hal yang terlupa.

Yakni Apakah para perempuan sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan seimbang? menyiapkan dirinya diawali dengan niat yang baik, dibekali dengan mentalitas yang kuat, wawasan keilmuan yang mumpuni, juga dibuktikan dengan investasi sosial di Masyarakat bahwa para perempuan tersebut sudah terbukti bisa mengabdikan dirinya kepada masyarakat sehingga masyarakat telah merasakan manfaat keberadaan perempuan itu

Jangan sampai teriak dari para perempuan yang lantang meneriakan: “perempaun juga bisa, teriak perempuan juga mampu. Teriak kesetaraan gender ” tapi teriakannya tersebut tidak bisa dibuktikan dengan nyata di lapangan bahwa dirinya memang mampu disejajarkan dengan kaum laki laki sehingga ini menjadi ironis dan PR yang harus diperbaiki perempuan.

Serta yang paling penting adalah KETAHANAN KELUARGA. Keluarga yang harmonis sebagai modal utama sebelum para perempuan terjun diranah publik. Karena hal tersebut salah satu indikator penting, bahwasanya sebelum mengurus masyarakat pastikan keluarganya terurus dengan baik. tidak ada masalah kronis didalam keluarganya sehingga bila perempuan aktif diranah publik keluarganya baik baik saja.

Tak mudah memang menjadi perempuan yang berdaya, tapi ini memang kelebihan dan keistimewan dari para perempuan bisa sekaligus mengabdikan dirinya mengurusi rumah tangganya juga mengurusi masyarakat.

Maka untuk itu mari bersinergi bersama para perempuan untuk menyuarakan “SUARA PEREMPUAN UNTUK PEREMPUAN” karena hanya perempuanlah yang merasakan secara langsung dan mengalami hal hal yang bersifat kodrati yang tak akan pernah dialami oleh kaum laki laki. Maka sudah sepantasnya perempuan memilih wakilnya dari kalangan perempuan.

Mari para perempuan dimanapun adanya persiapkan diri kita, bekali diri kita, satukan langkah tekad untuk mewakili kaumnya dengan membuktikan bahwa kita mampu berdayaguna mampu berhasilguna bukan sekedar pelengkap, bukan sekedar aksesoris karena kita bisa, yakin bisa.

Tapi bisa tersebut bukan slogan bukan teriakan tanpa bukti nyata dilapangan, karena masyarakat diluar sana tidak mendengar apa yang kita ucapkan tapi melihat bukti apa yang kita perbuat apa yang kita hasilkan untuk benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here