SMAN 13 Garut Terapkan Transparansi Dana BOS

0
Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Kabupaten Garut, Asep Karna Irawan. (voj/cipta)

Garut, Voiceofjabar.com – SMA Negeri 13 Kabupaten Garut menerapkan transparansi pengelolaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) kepada publik.

Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Kabupaten Garut, Asep Karna Irawan mengungkapkan, penggunaan dana BOS memerlukan kehati-hatian dalam pelaksanaannya lantaran disoroti banyak pihak. “Apalagi dalam melaporkan (dana BOS, red) secara online karena menggunakan jaringan internet. Kita harus sering mengontrolnya,” jelas Asep.

Kendati sempat dituding tidak terbuka dalam mengelola dana operasional siswa tersebut, Asep mengaku tetap “on the track” untuk menjawabnya.

“Kami berusaha seoptimal mungkin menerapkan sistem transparansi pengelolaan dana BOS. Laporannya selalu disampaikan tepat waktu, sebab kalau laporan telat alokasi dana berikutnya mungkin tidak akan cair,” paparnya sambil tersenyum.

Dia menambahkan, segala sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan dana BOS selalu dirundingkan dengan sejumlah pihak. “Kami berunding dengan komite apabila ada sesuatu hal yang merupakan kebutuhan sekolah, bahkan semuanya sudah tertuang dalam rencana kerja selama 1 tahun,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komite SMAN 13 Garut Cecep Suhendar mengatakan, pihaknya sangat terbuka menerima kritik dan saran dari semua pihak untuk kemajuan sekolah.

“Kami senang sekali kalau ada masukan dari pihak luar, baik dari LSM, masyarakat biasa, ormas maupun para orangtua siswa. Apalagi yang berkaitan dengan kemajuan sekolah ini,” tandasnya.

Ditanya soal transparansi penggunaan dana BOS, dia mengaku bahwa pihak komite juga turut mengawasinya. “Penggunaan dana BOS ini memang kewenangan sekolah, tapi kami (komite, red) turut mengawasinya. Sistem transparansi yang diterapkan pihak sekolah, membuat kami dan para orangtua siswa bangga pada sekolah ini,” jelas Cecep.

Dia menambahkan, SMA Negeri 13 kini mendulang sejumlah prestasi, bahkan ada program pengenalan kewirausahaan kepada siswa. “Program ini mungkin baru ada di SMAN 13 Garut, kalau di SMK sudah biasa,” pungkasnya. (cipta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here