Sistem Ekonomi Syariah Cocok Diterapkan di Tasikmalaya

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara Sosialisasi Masyarakat Ekonomi Syari’ah di Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Kamis (19/07/2018).

Ia menerangkan tujuan diadakannya Sosialisasi Masyarakat Ekonomi Syari’ah di Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya khususnya Aparatur Pemerintah baik di Desa, Kecamatan maupun SKPD yang berkaitan dengan Sistem Ekonomi Syari’ah.

“Ekonomi Syari’ah merupakan suatu cabang ilmu pengertahuan yang berupaya unruk memandang, menganalisis, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara islami, yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah Nabi,”terangnya.

Bupati optimis setelah dilaksanakannya Sosialisasi Sistem Ekonomi Syari’ah akan membawa dampak baik terhadap perekonomian di Kab. Tasikmalaya.

“Ekonomi Islam sangat melindungi kebebasan individu dan menganut sistem keadilan dalam mencapai kesejahteraan dalam ekonomi. Prinsip yang ada dalam ekonomi islam akan membawa kaum muslim dalam tataran ekonomi yang maju dan tidak kalah dengan sistem kapitalisme,” kata Bupati.

Ia yakin sistem ekonomi syari’ah sangat cocok diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya. Sebab Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah sebanyak 1,74 juta jiwa merupakan pangsa pasar yang potensial untuk dikembangkannya sistem ekonomi syari’ah dan beberapa BUMD yang bergerak di bidang perbankan serta masih menggunakan sistem konvensional.

“Sesuai dengan visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami yang merupakan acuan dan dapat dijadikan dasar untuk dikembangkannya Sistem Ekonomi Syari’ah di Kabupaten Tasikmalaya,”katanya.

Bupati meminta seluruh masyarakat Kab. Tasikmalaya mulai menerapkan Sistem Ekonomi Syari’ah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan keluarnya peraturan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia nomor 19 tahun 2017 tentang prioritas penggunaan dana desa 2018 bahwa dana desa dapat digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), merupakan suatu peluang bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya Pemerintah Desa untuk mengembangkan berbagai jenis usaha di Desa melalui lembaga BUMDes dengan berdasarkan pada prinsip ekonomi syari’ah,”pungkasnya.

Ketua dewan pakar pengurus daerah Masyarakat Ekonomi Syarih (MES) Tasikmalaya Cecep Alamsyah menjelaskan, ada tiga bentuk perdagangan yang membawa berkah dalam penerapan ekonomi syari’ah dalam bentuk usaha sebagai ekonomi modern.

Yaitu perdagangan barang dengan cara cicil disebut baitul murobahah (lil amil bisyro’ atau baiut taqsit), mufawadoh berupa syirkah/kerjasama tenaga dan harta untuk usaha bersama, mudarobah/koperasi atau kerjasama permodalan dalam bentuk industri keuangan syari’ah/ Lembaga Keuangan Syariah Bukan Bank (LKSBB) dan Laporan Keuangan dan Statistik Bulanan (LKSB) sebagaimana diatur oleh Undang-Undang perbankkan RI dan peraturan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here