Sindang Reret Komit Jaga Budaya Lokal

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Sindang Reret Hotel & Restaurant, Bandung menggelar pasanggiri (lomba) Rampak Jaipongan se-Jawa Barat, Sabtu, (8/12).

Pagelaran seni budaya sunda ini cukup menarik antusias pegiat seni tari jaipong dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Hal itu dibuktikan dengan membludaknya keikutsertaan peminat dalam mengikuti ajang kontes tahunan ini.

General Manager Sindang Reret Group, Dra. Tetti Teriawati Hermawan, MM mengatakan perayaan tersebut digelar bertepatan dengan hari jadi Sindang Reret yang ke-45 tahun.

Menurutnya, aspek kebudayaan lokal tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Sindang Reret selama puluhan tahun berdiri. Sindang Reret konsisten dengan hal itu sebagai The Herritage of Sundanese Culinary and Culture.

“Kami ingin memberikan kesan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat bahwa Sindang Reret selalu komit dengan kebudayaan dan kuliner sunda yang harus dilestarikan. Supaya diterima oleh seluruh masyarakat baik Lokal maupun internasional,”ungkapnya.

Pelestarian budaya sunda di resto tersebut merupakan ide (alm) H. Hermawan selaku pendiri Sindang Reret. Menurut Tetti, almarhum berpesan agar kebudayaan sunda harus tetap dijaga kendati dirinya telah tiada.

“Alm. H. Hermawan pemilik Sindang Reret senang sekali mengangkat kebudayaan Sunda. Beliau berpesan ini harus dilestarikan meski beliau sudah tidak ada. Kata beliau, Sindang Reret harus tetap komit dengan kebudayaan sunda,”katanya.

Pesan untuk Milenial
Ia pun kagum dengan antusias anak-anak remaja pada pagelaran Rampak Jaipongan tahun ini. Ternyata, kata dia, anak-anak muda saat ini masih banyak yang menaruh perhatian terhadap kebudayaan sunda.

“Alhamdulilah antusias masyarakat luar biasa. Pesertanya membludak. Tenryata masyarakat Jawa Barat komit dengan budayanya. Anak-anak muda saya kagum banyak pesertanya. Dulu Jaipongan kan rata-rata usia dewasa. Tapi sekarang anak muda justru lebih banyak. Artinya harus terus diingatkan ini loh kebudayaan Sunda yang haris dilestarikan,”jelasnya.

Ia berharap anak-anak milenial konsisten mencintai budaya lokal dan tak mudah tergerus oleh kebudayaan asing. Sehingga nilai-nilai luhur budaya nasional sebagai jati diri bangsa akan tetap hidup dan tak tergantikan.

“Seandainya tidak dipetahankan, budaya kita akan luntur. Orang-orang mancanegara kenapa pada atang ke sini? Karena Indonesia itu indah dari semua sisi. Salah satunya kebudayaan,”pungkasnya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here