Sepanjang 2016, Kekerasan Pemerintah terhadap Rakyat Cukup Tinggi

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Di sepanjang tahun 2016, angka tindak kekerasan, kriminalisasi dan intimidasi yang berkaitan dengan problem lingkungan cukup signifikan. Walhi Jabar mencatat terdapat 33 komunitas yang mengalami tindakan tak pantas dari pemangku kebijakanPadahal yang dilakukan warga  hanya mempertahankan dan memperjuangkan tanah yang mereka miliki. Mereka berharap keadilan. Namun yang mereka terima ksewenangan, intimidasi dan penggusuran paksa.

“Mereka berjuang mempertahankan ruangnya, menegakkan hukum serta kesewenang-wenangan negara dan korporasi,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan di Bandung, seperti dilansir antara.

Mirisnya, kata Dadan, pemerintah dan aparat berwenang justru acuh dan membiarkan pelanggaran prosedur izin lingkungan terjadi.

Kasus terakhir dialami enam petani di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Mereka ditangkap dan ditahan oleh polisi karena memprotes praktik pengukuran tanah untuk proyek pembangunan bandara international.

“Tindakan pemerintah dan pemda di Jawa Barat hanya baru sebatas merespon dan tidak bertindak secara serius menyelesaikan masalah lingkungan,” ungkapnya.

Berikut data kasus kriminalisasi dan kekerasan yang dialami oleh warga dan komunitas selama tahun 2016:

1. Di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yakni satu orang warga yang protes atas pengelolaan limbah B3 yang melanggar aturan harus berurusan dengan aparat hukum karena dilaporkan oleh pihak pengusaha mencemarkan nama baik.

2. Di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, yakni lima orang warga yang protes atas pencemaran limbah industri di Majalaya mendapatkan intimidasi dari preman dan warga yang dibayar oleh perusahaan.

3. Di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, yakni 17 orang pemuda dan mahasiswa yang melakukan protes atas aktivitas bingkar muat batu bara ditangkap oleh polisi.

4. Di kawasan Majalengka, yakni enam orang warga/petani di Desa Sukamulya dan Sukakerta ditangkap dan ditahan polisi karena berusaha memprotes praktik pengukuran tanah sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat. Selain itu, petani di kawasan hutan di Kecamatan Kertajati, mengalami kriminalisasi dari Perum Perhutani sebanyak empat orang.

5. Di Kabupaten Bogor, yakni kelompok warga yang memprotes pertambangan di Gunung Kandaga harus mendapatkan intimidasi dan kekerasan dari pihak preman dan aparat setempat.

6. Di Kabupaten Bogor, para petani kolam air deras di Pamijahan mendapatkan ancaman dan intimidasi dari pihak perusahaan yang membangun PLTMH bermasalah.

7. Di Sukabumi, warga yang memprotes pembangunan pabrik semen Jawa PT CSG mengalami intimidasi oleh aparat.

8. Di Kabupaten Bandung, warga yang memprotes pertambangan di Gunung Lalakon mendapatkan ancaman dari pihak perusahaan tambang PT Jasa Sarana. (gun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here