Seminar Ekonomi NU Expo 2019, Empat Narasumber Bedah Tema Sertifikasi Halal

0

Banjar, Voiceofjabar.com – Sertifikasi produk halal menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku industri dewasa ini. Isu status halal sebuah produk ini mencuat dalam Seminar Temu Usahawan dan Dialog Nasional di Taman Lapang Bhakti, Kota Banjar, Senin, (25/02).

Seminar dimoderatori langsung oleh Drs. H. Asep Syaripudin, Ketua Panitia NU EXPO yang juga calon anggota DPD RI.

Beberapa narasumber kompeten turut dihadirkan untuk menjawab persoalan tersebut. Pada seminar yang digagas oleh panitia Nahdlatul Ulama (NU) EXPO 2019 tersebut, seluruh peserta seminar tampak antusias mencermati tema sertifikasi produl halal yang bagi sebagian pelaku usaha mikro, masih tabu.

Terkait poin pada tersebut, Dr. H. Ikhsan Abdillah S.H., M.H selaku Direktur Executive Halal Watch menerangkan bahwa produk halal merupakan suatu produk yang memenuhi syarat kehalalan sesuai syariat islam. Setelah syarat halal terpenuhi, maka produl tersebut layak disertifikasi.

“Prinsip dasarnya yaitu from farm to fark. artinya mulai dari ladang tani – pabrik – restaurant sampai di meja pabrik harus diyakinkan bahwa selama proses maupun bahan baku yang digunakan adalah 100% fix halal,”terangnya.

Ia menyampaikan bahwa setiap makanan per Oktober 2019 ini sudah wajib bersertifikasi halal sebagai tanda yang memperkuat kehalalan suatu produk. Seperti makanan, minuman,obat,
-obatan, kosmetik, pakaian, pemilihan produk brush on dan produk lainnya.

“Soal siapa yang membiayai sertifikasi halal ini BJB siap untuk pembiayaan membantu sertifikasi halal,”katanya.

Menyoal pembiayaan, pembicara berikutnya Dadang Iskandar, S.E selaku Direktur BJB Syariah mempertegas terkait Sinergi Industri halal dengan perbankan BJB Syariah. Ia meyakinkan bahwa BJB Syariah siap memberikan bantuan untuk sertifikasi halal.

“BJB siap memberikan bantuan untuk sertifikasi halal. Karena visi dari Bank BJB yaitu menjadi Bank Syariah yang sehat, terkemuka dan bersaing global. Nantinya bakal bersentuhan juga dengan beberapa program kami yakni 3 in 1 maslahat, jemput maslahah, giro adi maslahah, giro plus adis maslahah dan 4. mikro adis emas maslahah,” jelasnya.

Sementara itu, pembicara lainnya M. Toyib, S.Ag selaku Sekretaris PT Asuransi JMA Syariah menegaskan bahwa pihaknya akan menjamin seluruh pembiayaan yang diberikan oleh Bank Syariah.

“Jaminan tersebut bertujuan untuk memastikan jalannya usaha melalui beberapa program yakni asuransi jiwa kredit yang mengatur resiko pembayaran kredit, ahli waris bebas dari penagihan bank dan bank bebas dari pajak,”katanya.

Sementara itu, sekelumit uraian disampaikan juga disampaikan oleh H. Ayep Zaki, S.E. selaku Panitia NU Expo dan Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jabar.

Ia menerangkan bahwa selain memotivasi peserta mempersiapkan diri untuk proses sertifikasi halal, ia pun mengajak hadirin untuk bergabung dalam program kedaulatan pangan. Sebab, kondisi dunia pertanian di Indonesia sudah saatnya berdaulat, tidak hanya swasembada.

“Saya menawarkan kepada seluruh peserta untuk dapat join bersama Forum Komunikasi Doa Bersama (FKDB) dan Bursa Tani dalam mewujudkan indonesia Sejahtera adil dan makmur,”ajak Zaki yang juga Ketum FKDB serta Sekjen SNCI (Sinergi Nawacita Indonesia) itu.

Diketahui, kegiatan seminar tersebut dalam rangka mengawali rangkaian NU EXPO di Kota Banjar, Jawa Barat yang akan berakhir pada 01 Maret 2019. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here