Selalu Mangkir, Wagub Jabar bisa Dipenjara

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mangkir untuk ketiga kalinya dari persidangan perkara sunat dana hibah Tasikmalaya di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Senin, (17/03).

Ia berturut-turut dipanggil untuk menjadi saksi bagi terdakwa Abdulkodir sebagai Sekda Pemkab Tasikmalaya berserta delapan terdakwa lainnya.

Praktisi hukum, Zakir Rasyidin menilai ketidakhadiran Uu harus dikroscek lebih teliti. Sebab, kata dia, kesaksian seorang saksi, terlebih Uu merupakan saksi kunci dalam kasus tersebut, amat sangat penting untuk didengar.

“Sebab keterangan saksi dalam KUHAP adalah satu alat bukti, sehingga memang penting dalam hukum untuk didengar keterangannya,”jelasnya kepada VOJ.

Oleh karena itu, tandas Zakir, jika dengan sengaja saksi abai terhadap proses hukum, maka yang bersangkutan wajib kena sanksi.

“Jika panggilan saksi diabaikan dengan faktor kesengajaan, maka yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi sebagaimana tertuang dalam Pasal 224 ayat (1) KUHP yakni pidana penjara paling lama 9 bulan,”tegasnya.

Bunyi pasal tersebut adalah “barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan”.

Sebelumnya, Uu selalu berhalangan hadir di persidangan dengan alasan jadwal panggilan sidang selalu bentrok dengan giat dinasnya sebagai wakil gubernur.
Pada sidang ketiga Senin kemarin, hakim kembali menanyakan kepada terdakwa terkait kebutuhannya untuk menghadirkan Uu. Namun para terdakwa sepakat untuk tetap melanjutkan persidangan tanpa kesaksian dari Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Jaksa Andi mengatakan, para terdakwa beserta para kuasa hukumnya sudah tidak memerlukan lagi kesaksian Uu sehingga sidang tetap dilanjutkan.

“Ya itu kan permintaan dari terdakwa, sekarang hakim sudah mengakomodir permintaan. Tentunya dikembalikan lagi kepada terdakwa, hak-hak terdakwa,” katanya mengutip antara.

Ia menyebutkan agenda sidang selanjutnya yaitu pembacaan tuntutan kepada para terdakwa.

“Lanjut terus, tadi sudah langsung pemeriksaan terdakwa. Agendanya sekarang minggu depan ya sesuai tadi (ketetapan persidangan), tuntutan,” katanya.

Sementara itu, Kuasa hukum Abdulkodir, Bambang Lesmana menyebutkan ketidakhadiran Uu bisa berdampak bagi pelimpahan perkara setelah putusan persidangan.

“Keterangan saksi, keterangan terdakwa, termasuk pertimbangan biasanya lembaga yang lain, KPK atau Polda akan meminta putusan tersebut untuk menjadi acuan apakah ada terdakwa lain,” katanya.

Sesuai dengan kesaksian para terdakwa, Uu meminta kepada Abdulkodir untuk mencairkan dana hibah. Dengan tidak hadirnya Uu, Bambang menganggap tidak ada bantahan dari Uu terkait hal tersebut.

“Menyatakan bahwa uang yang sekarang dijadikan dari dana hibah itu untuk kepentingan MQK dan Qurban atas pertintah dari Pak Uu. Tidak disangkal karena dia tidak hadir,” katanya.

Ia juga mengatakan, para terdakwa akhirnya meminta majelis untuk melanjutkan persidangan tanpa kehadiran Uu.

“Tapi kalau sudah dua kali dipanggil tidak hadir maka terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk dilanjutkan persidangan, karena mereka lelah,” katanya.

Persidangan perkara sunat dana hibah Tasikmalaya akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan bagi para terdakwa. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here