Sejak Banjar & Pangandaran Lepas, Herdiat Nilai Ciamis Semakin Ketinggalan

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Bakal calon Bupati Ciamis Herdiat Sunarya diarak puluhan orang mengembalikan formulir pendaftaran calon bupati ke kantor DPD Golkar Ciamis, Rabu, (24/05).

Ia menjadi pelamar pertama di Golkar. Kepada pers, ia mengaku serius maju di pilkada Ciamis 2018. Ia pun mengaku siap menanggalkan jabatannya sebagai PNS (Sekretaris Daerah) yang telah 4 tahun didudukinya.

“Saya sungguh-sungguh mengikuti pilkada ini. Saya tetap ikuti mekanisme partai. Saya siap dengan segala konsekuensinya. Sekalipun saya harus berhenti dari ASN saya sangat siap,”katanya.

Selain kesiapan itu, Herdiat juga memotret eksistensi Kabupaten Ciamis sebagai kawasan yang belum mendapat sentuhan kemajuan. Di matanya, Ciamis masih tertinggal dibanding kabupaten/kota tetangga, Kota Banjar dan Tasikmalaya.

Terutama, jelas dia, pasca kehilangan PAD yang cukup besar dari Kota Banjar yang mekar 2002 silam, disusul kemudian Pangandaran juga lepas tahun 2012. Padahal kawasan pesisir ini jadi pemasok pendapatan fantastis bagi Ciamis kala itu.

“Salah satu motivasi saya Ciamis kan kabupaten yang besar.  2002 Banjar pisah, 2012 Pangandaran juga misah. Dengan harapan dengan berkurangnya luas wilayah, berkurangnya jumlah penduduk, Ciamis bisa memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat Tapi sampai saat itu tidak terjadi,”jelasnya.

“Saya sebagai orang Ciamis merasa berdosa. Makanya saya siap melakukan perubahan di Ciamis,”katanya.

Ia bercerita bahwa sebenarnya niat maju di pilkada bukan baru sekarang. Pada helatan pilkada Ciamis 2013, ia berniat mencalonkan. Namun keluarga tak merestui.

Selain itu, salah seorang fungsionaris Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa, kata dia, juga  melarangnya untuk maju saat itu. (her)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here