Sebar Isu SARA di Pilkada Jabar, Siap-siap Diciduk

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) rawan dimanfaatkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, seperti terjadi di DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kejadian di DKI Jakarta diharapkan tidak merembet ke daerah lain, terutama pada pilkada serentak 2018 mendatang.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto memastikan Pilkada Jawa Barat 2018 bersih dari isu SARA. Untuk memastikan itu, dia sudah berkeliling di seluruh daerah di Jawa Barat.

“Jabar adalah masyarakat yang religius. Saya sudah keliling dari selatan ke utara, santun-santun. Insya Allah tidak ada isu-isu seperti itu,” ungkap Agung.

Polda Jabar juga kata Agung, telah mempersiapkan serangan berita-berita bohong dan ujaran kebencian yang menyebar di media sosial dengan menyiagakan tim cyber patrol.

“Kalau ditemukan dan diindikasikan hate speech, bisa kita capture dan lakukan langkah-langkah penyelidikan dan kalau alat bukti cukup, kita tingkatkan ke penyidikan dan dijerat UU ITE,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para calon kepala daerah tidak lagi melakukan ‘kampanye hitam’ dalam bentuk penyebarluasan isu SARA pada Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Tjahjo mengimbau para bakal calon bersama timnya tetap fokus kepada meyakinkan calon pemilih melalui program kerja. Calon kepala daerah kata dia, jangan memicu perpecahan dengan memanfaatkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Bukannya kampanye mengembangkan SARA misalnya atau ujaran kebencian,” imbuh Tjahjo.

Satu diantara pilkada yang eskalasinya sudah mulai memanas ialah Pilkada Gubernur Jawa Barat. Melalui media sosial, para buzzer sudah mulai beraksi dan menyebar isu SARA terkait calon tertentu.

Seperti diketahui, pada 2018 akan digelar pilkada serentak di 171 daerah dan pada 2019 akan dilaksanakan pileg dan pilpres. (rommy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here