Satpol PP Tasik Anggap Pedagang Kaki Lima Mengganggu

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Tasikmalaya ditertibkan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menerapkan
Perda Nomor 11 tahun 2009 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

“Terdapat tempat-tempat yang tidak boleh jadi lapak jualan. Trotoar peruntukannya sudah jelas untuk pejalan kaki, tetapi kenyataannya di lapangan banyak trotoar beralih fungsi menjadi tempat pedagang kaki lima,”ungkap Kepala Seksi Penertiban Umum Satpol PP Kota Tasikmalaya usai razia.

Ia menandaskan berjualan di wilayah Kota Tasik tidak dilarang asalkan tertib. Sehingga antara hak dan kewajiban manusia satu dan yang lainnya tidak saling tumpang-tindih. Ia menyayangkan masih banyak pedagang yang belum menyadari akan hal ini kendati himbauan dan sosialisasi sudah berulang kali dilakukan.

“Sebetulnya masyarakat juga sudah tahu tetapi pada kenyataannya mungkin oleh dasarkan kebutuhan juga. Tetapi kebutuhan tidak selalu untuk melanggar juga karena di sana juga terdapat hak-hak masyarakat yang lain,”katanya.

Oleh karena itu, sambung dia, semua trotoar yang ada di lingkup Kota Tasik akan disterilkan dari pedagang secara permanen. Sehingga dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Terlebih trotoar kuning sebagai jalur khusus bagi para penyang disabilitas.

“Akan terganggu jika masih ada pedagang di jalur itu. Untuk itu dikarenakan di Kota Tasikmalaya sedang melakukan pembongkaran trotoar juga dan ditambah fasilitas-fasilitas untuk penyandang disabilitas, kami sebagai penegak Perda juga berarti harus ikut dalam rangka menerapkan Perda tersebut,”jelasnya.

“Termasuk bangunan-bangunan yang di atas sungai juga akan ditertibkan,”tutupnya. (jang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here