Ridwan Kamil: Saya gak jadi gubernur juga gak apa-apa

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Walikota Bandung Ridwan Kamil mengaku tak ambisius mengejar  posisi nomor satu di Jawa Barat. Sebab melihat kondisi saat ini masih penuh dinamika. Selain itu masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus dirampungkan di sisa masa jabatannya saat ini.

“Saya gak jadi gubernur juga gak apa-apa. Yang penting hidup bisa bermanfaat bagi orang lain. Sekarang bekerja aja terus sampai selesai tahun depan,”katanya di Bandung, Kamis, (13/04).

“Ini yang kita syukuri, kalau ada benefit tambahan (jadi gubernur) ya alhamdulilah. Kalau tidak juga gak apa-apa,”tambah Emil merendah.

Bahkan, kata dia, jika ditanya lebih nyaman mana jadi arsitek atau pejabat? Ia jawab arsitek. Ia beralasan menjadi arsitek terbebas melahirkan ketenangan batin tersendiri baginya. Terbebas dari beragam opini, prasangka atau klaim lainnya yang sudah lumrah dialamatkan ke sosok pejabat negara.

“Jadi pejabat itu quality time buat keluarga tergerus sekali. Secara batin keluarga lebih tenang jadi arsitek. Kalau jadi pejabat kan

kerja diberitakan disebut pencitraan, gak ada beritanya disangka gak kerja. Ngajak presiden solat dibilang dalam rangka. Susah memang,”terangnya.

Kendati demikian, ia menyatakan kesiapannya maju di pilgub 2018 jika kenyataan politik membawanya ke arah itu. Ia tak mempermasalahkan banyaknya wajah yang diprediksi bakal jadi pesaingnya nanti.

Hematnya, ketika semakin banyak orang yang berhasrat membidik kursi jabarsatu, justeru akan lebih baik. Sebab, warga Jawa Barat akan semakin pilih-pilih nantinya. Persaingan akan semakin ketat dan berwarna.

“Baguslah. Malah bagi saya lebih banyak lebih keren. Pilihan akan semakin banyak,”katanya.

“Saya mendapatkan isteri saya juga harus mengalahkan 30 orang pesaing laki-laki. Jadi, banyak saingan itu bagus,”tambahnya lagi. (yad)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here