Rektor UNSIL Didemo, Uang Pangkal Mahasiswa Baru Dinilai Tak Wajar

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi (Unsil) Negeri menggelar unjuk rasa di halaman rektorat, Selasa, (02/05). Ada beberapa tuntutan yang disuarakan. Di antaranya menuntut penghapusan uang pangkal bagi mahasiswa baru yang dirasa terlampau mahal.

“Sejak masuk tahun akademik 2016 UNSIL membebankan biaya uang pangkal kepada calon mahasiswa baru jalur seleksi mandiri sebesar Rp. 4.750.000. Sedangkan besaran UMK di Tasikmalaya hanya Rp. 1.450.000. Ini melanggar,”tandas koordinator aksi Hilma Fanniar kepada pers.

Menurutnya beban biaya itu melanggar Peranturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No 39 Tahun 2016 pasal 8 yang berisi larangan bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)  memungut uang pangkal dan atau pungutan lain di luar UKT dari mahasiswa  baru. Baik diploma maupun sarjana.

“Dengan diberlakukannya uang pangkal kami nilai hanya mempersulit calon mahasiswa dan orang tua atau pihak yang menanggungnya,”tegasnya.

Seharusnya, lanjut dia,  pihak lembaga Universitas Siliwangi melaporkan transparasi anggaran kepada publik mengenai landasan hukum dan aliran penggunaan dana uang pangkal atau setidaknya menyesuaikan besaran uang pangkal dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Hal lain yang disuarakan mahasiswa adalah perihal keamanan kampus. Sebab, dalam rentang antara tahun 2015 – 2016 awal banyak terjadi kasus pencurian di area kampus dan tidak sedikit pula terjadi di jam kerja.

“Selain merugikan mahasiswa secara materi, pihak lembaga nilai kami telah gagal dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan aman bagi mahasiswanya,”katanya. (jang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here