Rawan Bencana, Pemkab Tasik & Basarnas Berbagi Peran

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Kabupaten Tasikmalaya secara geografis tergolong wilayah Kabupaten di Indonesia yang rawan bencana alam terutama longsor yang hampir setiap tahun menimbulkan terjadi.

Indeks Rawan Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2011, menjelaskan Kabupaten Tasikmalaya menempati ranking ke-2 dari 196 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang paling rawan terkena musibah bencana.

Demikian pemaparan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir saat menyampaikan kata sambutan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam acara Peresmian Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya yang berlokasi di Jalan Singaparna-Garut KM 5, Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya, belum lama ini.

“Mengingat keberadaan Kabupaten Tasikmalaya yang rawan bencana, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melakukan berbagai upaya, salah satunnya berbagi peran dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam memberikan hibah tanah seluas 5600 M2 untuk pembangunan Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya,”katanya.

Dengan berdirinya Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya, lanjut Sekda, tempat tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan masyarakat dalam penanganan bencana dan pemberian pertolongan terhadap korban bencana.

Untuk menyukseskan tujuan tersebut menurutnya dibutuhkan dukungan semua pihak dalam mengatasi permasalahan kebencanaan, dengan menjalin komunikasi dan koordinasi yang harmonis dan kompak agar seluruh tugas penaganan bencana dapat dilaksanakan dengan baik.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI. M. Syaugi mengatakan, pembukaan Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya, merupakan bagian dari upaya Basarnas untuk memperluas dan mempercepat jangkauan penanganan kebencanaan di Priangan Timur,

“Karena tingkat kerawanan dan potensi bencana di Priangan Timur ini cukup tinggi. Sehingga kami merasa perlu membuka kantor di sini, agar penanganan lebih cepat,” kata Syaugi.

Syaugi menambahkan, area kerja Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya meliputi wilayah cakupan Priangan Timur diantaranya Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, KotaBanjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, potensi kebencanaan di Priangan Timur terdiri dari longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan banjir. Semua kerawanan itu tergolong dan terkategori cukup tinggi.

”Potensi bencana di wilayah Priangan Timur ini sangat besar. Pada akhir tahun 2017 Tasikmalaya digoncang gempa bumi bekekuatan 6,9 skala richter, hingga menimbulkan kerusakan dan korban. Potensi bencana ini harus diwaspadai sejak dini,”ujarnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here