Prof Cecep: Literasi Politik itu Penting agar Tidak Kena Syndrom Kepiting

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Literasi politik penting adanya. Bahkan wajib hukumnya terutama bagi person-person yang berkecimpung di partai politk. Demikian diungkapkan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof.Dr. Cecep Darmawan.

Ia memaparkan bahwa seorang yang berselancar di partai politik harus memiliki wawasan politik yang mumpuni. Di samping harus juga memahami tugas pokok atau kewajibannya sebagai kader partai. Sehingga tidak limbung dalam menjalankan roda manajemen partai. Apalagi sampai melakukan praktik-praktik politik yang tidak sehat.

“Itulah pentingnya literasi politik. Jangan sampai terjun ke dunia politik tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Atau masuk partai hanya karena ditarik-tarik diseret-seret kebawa-bawa orang. Akhirnya gak punya visi,”tandasnya kepada voiceofjabar.com usai mengisi sekolah politik Partai Perindo Jawa Barat yang bertema: “Membangun Literasi Politik Kepartaian” Selasa, (28/08).

Akan halnya, kata dia, pemahaman terhadap kewajiban sebagai seorang politisi atau kader partai akan berdampak pada efektifitas sebuah sistem partai yang berpijak pada tujuan dan kepentingan jangka panjang yakni menyambungkan kepentingan pemerintah dengan publik.

“Makanya bicara politik itu bukan bicara kepentingan jangka pendek, individu dan kelompok. Karenanya partai harus pandai-pandai melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan kepada publik,”tandasnya.

Menurutnya pemahaman tentang hal itu amat sangat penting ditanamkan bagi segenap kader partai agar kelak di kemudian hari tidak terjangkiti oleh virus crab syndrom atau syndrom kepiting. Dengan kata lain sejenis perilaku negatif kader partai yang tidak suka bahkan muak melihat kawannya naik daun di panggung politik. Lalu berniat buruk untuk menjatuhkannya.

“Ada yang muncul dicapit lagi supaya turun lagi. Itu tidak boleh terjadi. Politik kan bicara kolektifitas. Harusnya kalau ada yang ungul itu didorong. Bukan dicari kelemahannya. Mental kita sebagian masih ada yang seperti itu,”katanya. (ty)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here