Pilgub Jabar, Parpol Dinilai Malas Usung Kader Perempuan

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Seluruh partai politik terus berjibaku mengolah nama-nama yang  bakal tampil di pemilihan kepala daerah. Termasuk di Jawa Barat.  Namun,  sejarah mencatat, pilkada di tanah pasundan tak pernah meloloskan kandidat perempuan hingga ke puncak kemenangan.

Wajah Rieke Dyah Pitaloka menjadi satu-satunya kandidat gubernur pesaing Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar 2010. Namun gagal. Kini, memasuki babak pilgub 2018, sejumlah wajah perempuan kembali muncul ke permukaan. Di antaranya, Netty Prasetyani, Ineu Purwadewi Sundari,  Erni Suganti, Cellica Nurrachadiana, konon Desy Ratnasari juga berminat dan Rieke Dyah Pitaloka juga kabarnya siap maju lagi jika partainya mengusung.

Menanggapi hal itu, Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi menilai partai politik cenderung mengebiri hak perempuan untuk maju di Pilgub Jabar.

“Kebanyakan didominasi wajah laki laki. Dalam hal ini, partai benar-benar diskriminasi, bias gender, dan tidak suka kepada kaum perempuan,”ungkapnya  belum lama ini.

Padahal , jelas dia, perempuan-perempuan tersebut didorong  dari arus bawah yang bukan sekedar berparas cantik dan seksi melainkan punya kapasitas yang sama dengan para kaum Adam dalam memimpin.

“Tetapi, nasib mereka untuk dapat tiket sebagai calon Gubernur Jabar, tidak begitu gampang, dan harus bertarung dulu dengan ego dan kesombongan calon dari para lelaki. seperti Erni Suganti nan Ayu ini, sebagai kader PKB harus bertarung dengan calon lain, dari PKB juga  seperti, KH. Maman Imanulhaq anggota DPR atau ketua DPW PKB, H. Dedi Wahidi,”terangnya.

“Sedangkan Netty Prasetiyani, untuk dapat restu dari PKS, harus bertarung, dan bisa mengalahkan Calon Calon dari PKS seperti Deddy Mizwar, sebagai Wakil Gubernur Jabar, dan Iwa Karniwa, sekda Jabar, Dan dari partai Demokrat, dr Cellica Nurrachadiana juga harus bersaing dari teman separtai, yaitu Dede Yusuf, anggota DPR kalau ingin maju jadi gubernur Jabar,”tambahnya.

Dengan begitu, lanjutnya, peluang perempuan-perempuan tersebut untuk maju sebagai Calon Gubernur Jabar, bukan ditentukan oleh dukungan arus bawah rakyat melainkan oleh mekanisme partai yang didominasi kaum lelaki.

Ia mencontohkan Ridwan kamil yang tiba-tiba didukung  Partai Nasdem. Pamor Emil bukannya naik justru redup seperti lampu. Alasannya karena NasDem berafiliasi dengan Jokowi. Dukungan NasDem hanya modus Jokowi sebagai persiapan pilpres 2019.

Kedua, dalam kasus Operasi tangkap tangan pungli Kota Bandung atas Dandan Riza Wardana,  Emil, kata, Uchok, harusnya ikut diperiksa Polisi.

“Ini bukti bahwa tak selamanya kaum laki itu bisa dipercaya,”tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here