Petugas Medis Dituntut Proaktif terhadap Pasien HIV

0

TASIKMALAYA, Voiceofjabar – Dengan adanya pelatihan program Provider Initiated Testing and Counselling (PITC) petugas medis dituntut untuk lebih proaktif dalam menawarkan pemeriksaan kepada pasien-pasien yang terindikasi HIV/AIDS.

Banyak kasus penyakit TB (Tuberkulosis) ditemukan, namun tidak diperiksa HIV-nya,” ucap H. Atang Sumardi, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, usai kegiatan Pertemuan Set Up PITC Package for TB Health Facility di Kota Tasikmalaya, Minggu (15/9/19).

Menurutnya, pemeriksaan TB harus dikolaborasikan dengan pemeriksaan HIV, begitu pun pemeriksaan HIV harus dikolaborasikan dengan pemeriksaan TB.

“Dengan adanya pertemuan Set Up PITC Package for TB Health Facility yang dihadiri 54 petugas medis dari 4 Kabupaten, Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan Bandung ini mudah-mudahan bisa mengintregasikan pelayanan TB dan HIV di setiap lingkungan puskesmas,”katanya.

H. Atang pun berpesan kepada masyarakat jika ada seseorang yang terindikasi ke arah TB atau HIV, untuk segera memeriksakannya ke puskesmas terdekat.

Ia pun berharap dengan adanya pelatihan kolaborasi ini, kasus penyakit TB dan HIV semoga cepat mudah ditemukan jalan keluarnya.

“Karena tidak gampang untuk menemukan pasien penderita TB dan HIV di lingkungan masyarakat,” harapnya.

Sementara Dr. Nirmala Kesuma, Spesialis HIV-AIDS Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengatakan bahwa penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia.

Menurutnya, bakteri Mycobacterium Tuberculosis dapat ditularkan melalui kontak udara. TBC biasanya menyerang paru-paru dan bisa menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.

” Penyakit TB sering kali berkaitan erat dengan penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Dengan lemahnya sistem kekebalan tubuh membuat orang sangat mudah mengalami penyakit lainnya,” kata Dr. Nirmala.

HIV diibaratkan sebagai pintu gerbang yang membuka lebar untuk infeksi lain masuk ke dalam tubuh, penyakit lain yang paling sering berkaitan dengan HIV ini adalah TB (Tuberkulosis).

Dr. Nirmala mengungkapkan, dengan banyaknya kasus-kasus TB dan HIV yang tersembunyi, otomatis penderita HIV yang terkena penyakit TB pun semakin banyak, begitu pun sebaliknya, jika kasus ini ditemukan, minimal penderita bisa terobati sebelum stadium AIDS, maka demikian pasien penderita penyakit TB-HIV tersebut pun bisa terselamatkan.

Ia menegaskan bahwa kasus TB di Indonesia lumayan cukup tinggi. Oleh sebab itu masyarakat harus cepat tanggap jika ada keluarga atau pun tetangga yang menderita batuk-batuk disertai demam dan keringat saat malam.

“Segera periksa ke puskesmas terdekat,” tegasnya. (far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here