Petro TNC International Tawarkan Langkah Antisipatif dalam Membangun Ketahanan Energi Nasional

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Dalam rangka membangun ketahanan energi nasional, PT Petro TNC International segera membangun Tangki Timbun dan Terminal BBM di tiga lokasi yakni di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang dan Kabupaten Panajam, Kalimantan Timur. 

Langkah konkret ini mengemuka dalam acara penandatanganan master plan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Petro TNC International dengan beberapa pihak terkait yang diselenggarakan di Hotel Mulia, Jakarta, Senin, (01/10). 

CEO & President Director PT Petro TNC International, Dr. Iwan Ratman mengatakan bahwa projek kick-off tersebut merupakan sebuah usaha di bidang industri migas yang sudah dirintis sejak lama serta berorientasi sepenuhnya pada kelangsungan daya tahan energi nasional, sehingga cita-cita untuk menciptakan masyarakat yang makmur bisa tercapai. 

“Kami ingin ikut berkirprah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan bisnis forto polio yang sudah dicanangkan baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang, semua mempunyai forto polio yang langsung berhubungan menaikkan daya tahan energi kita,”katanya. 

Selain di tiga lokasi tersebut, projek tersebut juga akan dibangun di Batam, Bangka, Bitung, Tuban, Kutai Kartanegara dan Ternate. Projek energi seperti pembangunan kilang mini GTL, Oil refinery, Fuel trading diperkirakan memakan dana investasi sebesar 16 miliar dollar. 

Rencana tersebut, lanjut Iwan, berangkat dari beberapa temuan eksistensi fosil energi di lapangan yang dikhawatirkan menyusut dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi. Iwan mencontohkan cadangan energi minyak bumi yang diperkirakan bertahan 10 tahun lagi.

Hal itu berangkat dari hitungan keberadaan minyak bumi yang saat ini tersisa tinggal 3 miliar barel. Kalau saja diambil 300 juta barel per tahun kira-kira tinggal 10 tahun lagi, Itu pun dengan catatan tidak ditemukan cadangan minyak yang baru. Termasuk ketersediaan gas nasional yang dalam hitungan masih akan bertahan di atas 30 tahun ke depan. 

“Kalau begitu, bagaimana nasib Indonesia di 45 tahun ke depan. Yang mana itu satu abad bangsa indonesia. Banyak perkiraan-perkiraan tentang hal ini. Sehingga harus diantisipasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas anak bangsa harus bertanggungjawab terhadap ketahanan energi ini. Kalau tidak akan terjadi krisis energi,”tandas Iwan. 

Berkaca pada analisa tersebut, terang Iwan lagi, Petro TNC International sebagai sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang energi dengan moto the energy related company akan berkiprah mengambil langkah antisipatif sehingga tidak terjadi krisis energi di masa mendatang. 

“Paling tidak membantu pelaku-pelaku industri migas dan industri energi untuk bersama-sama baik dengan Pertamina, maupun perusahan energi lain bersama-sama membangun negeri ini,”ucapnya. (red/ty) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here