Perindo Jabar: Usir Dubes Myanmar & Putuskan Hubungan Diplomatik Dengannya

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Pembantaian terhadap warga muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar oleh rezim Presiden Aung San Suu Xyi mengundang banyak kecaman. DPW Partai Perindo Jawa Barat juga turut mengecam tindakan rezim yang telah melampaui batas itu.

“Di saat semua umat muslim di seluruh dunia bersukacita merayakan Idul Adha, mereka justru tak bisa menikmatinya. Saya merasakan kesedihan, amarah dan keprihatinan yang mendalam karena membayangkan nasib saudara muslim rohingya di Burma, dari hari ke hari,”ungkap Ketu DPW Perindo Jawa Barat, Ade Wardhana Adinata kepada voiceofjabar.com, Jumat.

Ade menyatakan sepakat dengan beberapa usulan fraksi di DPR RI agar Duta Besar Myanmar di Indonesia diusir sebagai sikap protes keras terhadap aksi biasab junta militer terhadap muslim Rohingya. Lebih dari itu, ia juga meminta pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar.

“Ya putuskan saja (hubungan diplomatik dengan Myanmar). Sebab ini adalah kegilaan yang tidak bisa ditolelir. Saudara muslim Rohingya diburu oleh tentara burma, terusir menjadi warga tanpa identitas, lalu ditempat mengungsi negara Bangladesh mereka diusir paksa, muslim rohingya harus bertahan tanpa tenda, makanan, minuman, ini kejahatan kemanusiaan yang tak bisa diampuni,”tandasnya.

“Mereka diburu oleh rezim terkutuk presiden Aung San Suu Kyi, dulu saya pernah mengagumi perempuan ini karena dengan gigih dan kesabarannya menghadapi rezim otoriter, tapi mulai hari ini saya tidak lagi bersimpati, saya mengutuk dengan keras tindakannya,”tambahnya.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 100 orang meninggal dunia dalam kekerasan kemanusiaan di Rakhine pekan lalu. Konflik bersenjata ini juga membuat sekira 20 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh. Sebagian besar dalam kondisi sakit dan terluka.

Bersamaan dengan itu, para aktifis pembela HAM dan Mahkamah PBB pun terdiam membisu. Suara mereka tak lantang lagi. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here