Pendidikan Partai Politik, Penguasaan Manajemen Pemilu Kunci Kemenangan

0
SUKABUMI, voiceofjabar.com –Menghadapi pemilu serentak 2019  yang hanya tinggal hitungan hari, setiap elemen partai Golkar bersama Calon Anggota Legislatif (CALEG), Pengurus, Fungsionaris maupun kader diharapkan harus memahami manajemen pemilu,  agar setiap gerakan pemenangan partai dilapangan tidak bertentangan dengan peraturan pemilu yang berlaku. Hal tersebut diungkapkan Fungsionaris Partai Golkar Nurmansyah, Sabtu (28/12/2018)
Kegiatan Pendidikan Politik Partai Golkar yang bertajuk Pelatihan dan pendidikan manajemen kepemiliuan di Kota Sukabumi, dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2018, serta dilakukan juga di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
Dalam kegiatan yang dihadiri lebih ratusan kader dan fungsionaris partai Golkat tersebut, Nurman, mengungkapkan sangat pentingnya penguasaan manajemen pemilu untuk pemenangan pemilu serentak tahun 2019 mendatang.
Dalam Pendidikan Politik Partai Golkar, pihak panitia mengundang perwakilan KPU dan Bawaslu. Yang mana bertindak sebagai pemateri untuk memaparkan tahapan-tahapan kampanye serta ketentuan pelaksanaan kampanye baik bagi partai politik maupun Calon Legislatif.
Untuk menghindari tindakan penegakan aturan pemilu, pihak penyelenggara pemilu menegaskan agar para caleg mentaati ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu.
Nurman mengakui, Pemilu 2019 mendatang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi di banding pemilu-pemilu sebelumnya, karena pelaksanaannya bersamaan dengan Pemilihan Presiden. Hal tersebut akan sedikit membingungkan para pemilih.
” Tidak mudah bagi para caleg dan fungsionaris partai politik melakukan kampanye pribadi dan partainya bersamaan dengan kampanye calon presiden yang diusung partainya. Kondisi tersebut dapat memicup elanggaran-pelanggran dilapangan.
Nurman menekankan, kepada seluruh peserta pendidikan politik, pemahan kader partai terhadap manajemen kepmiluan tidak semata untuk pemenangan pemilu, akan tetapi lebih jauh untuk bekal para kader dilapangan dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
“Pemilu tidak semata untuk dimenangkan akan tetapi dalam setiap tahapnya kader partai Golkar harus mempu mencerdaskan masyarakat, sehingga kualitas demokrasi di negeri ini terus meningkat dalam setiap even kontestasi politik lima tahunan ini,” ucapnya.
Setiap kader partai Golkar, ujar Nurman, harus mampu menjadi agen-agen yang mampu merubah cara pandang dan pola pikir masyakat terhadap politik. Dengan begitu diharapkan sikap politik masyarakat akan semakin cerdas dalam menentukan piliha politiknya, demi perbaikan bangsa dan Negara. Rendi***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here