Pemuda Milenial Tak Perlu Gengsi jadi Petani

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Peran pemuda dalam dunia pertanian belum begitu mendominasi. Profesi petani dewasa ini masih banyak digeluti oleh kalangan usia tua.

Padahal peluang ekonomi di sektor pertanian justru memiliki potensi yang sangat tinggi yang belum terbaca oleh kaum milenial.

Demikian diutarakan Ketua DPP Pemuda Tani HKTI, Jawa Barat, H. Indra Gunawan, S.Sos kepada Voiceofjabar di sela pengukuhan kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat di Bandung, Jumat malam, (7/12).

“Harapan saya justru para pemuda milenial bisa mengenal dan bisa bertani yang sebetulnya peluangnya bagus karena tanah di negara kita kan subur. Kita lihat katakanlah yang sukses jadi dokter ternyata orang tuanya petani. Tapi mainset anak-anaknya gak pengen jadi petani. Tapi ingin pekerja. Padahal di sektor pertanian banyak peluang luar biasa,”terangnya.

Data BPS tahun 2015 mencatat, sektor pertanian lebih didominasi petani dengan usia lanjut. Kelompok petani usia di bawah 34 tahun hanya berjumlah 3,36 juta atau hanya 12,85 persen, dari total 26,14 juta rumah tangga petani.

Selebihnya merupakan petani dengan usia 34 tahun ke atas atau 87,14 persen. Sementara data lain menyebutkan bahwa usia petani Indonesia pada 2013 terdiri 61,8 persen berusia lebih 45 tahun, 26 persen berusia 35-44 tahun dan 12 persen berusia kurang dari 35 tahun.

Namun demikian, sambung Indra, cara bertani bagi kalangan milenial tentunya tidak konvensional seperti para petani lainnya. Melainkan menggunakan teknologi yang lebih kekinian sehingga ada percepatan dalam menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Di samping itu, kreatifitas petani milenial dapat dibangun dengan menggunakan pola sinergi dengan berbagai pihak. Misal dengan pemerintah daerah untuk mengelola lahan-lahan strategis di wilayah masing-masing.

“Ketika kita punya ide untuk bersinergi dengan pemerintah daerah maka akan banyak lahan yang kosong yang bisa digarap secara bersama-sama dengan pembibitan yang baik. Sehingga dalam tempo tertentu, garapan itu sudah dapat dilihat dan dirasakan hasilnya,”jelasnya.

“Makanya inyaallah Pemuda Tani HKTI akan mensosialisasikan program-program bagaimana caranya bertani yang lebih modern lebih maju agar pemuda milenial makin mengenal dan makin berminat untuk menjadi petani,”tutupnya. (ty).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here