Pemkab Garut : Reaktivasi Jalur KA, PT KAI Harus Cari Solusi Bagi Masyarakat Terdampak

0

GARUT, voiceofjabar.com – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), terus melakukan sosialisasi terkait rencana reaktivasi perlintasan Kereta Api Cibatu-Garut-Cikajang. Namun, belum juga melakukan penertiban tempat tinggal yang berada di bantaran rel, aksi penolakan sudah mewarnai rencana tersebut.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut, meminta PT KAI, untuk membuka jalur rel baru ketimbang harus mereaktivasi jalur yang sudah ada.

“Pembuatan jalur rel kereta baru, salah satu solusi untuk menghindari konflik dengan warga,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Kamis (1/11/2018) pada wartawan.

Menurut Helmi, usulan untuk dibuatkan jalur rel baru, hanya di lokasi yang saat ini sudah padat dengan penduduk. Jalur perlintasan yang ada sekarang sudah banyak bangunan perumahan.

“Hanya di lokasi yang padat penduduk saja yang di alihkan ke jalur baru,” ucapnya.

Helmi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT KAI sudah merencanakan mengaktifkan kembali jalur rel jurusan Cibatu-Garut Kota. Hal itu untuk menunjang kebutuhan transportasi massal di Garut.

Program Pemprov itu, kata Helmi, bagus karena akan mendongkrak berbagai potensi daerah termasuk perekonomian di Garut. “Program itu dapat mendorong perekonomian di Garut, salah satunya meningkatkan daya beli, tempat wisata,” jelas Helmi.

Namun, upaya mewujudkan program itu agar berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik, Pemprov dan PT KAI, perlu mempertimbangkan masyarakat yang terdampak, terutama yang tinggal di tanah milik PT KAI atau sekitar rel kereta.

“Di jalur-jalur padat bikin jalur baru dan kami lebih setuju, dan akan memperkecil konflik, mudah-mudahan bisa seperti itu,” pungkas Helmi. (Sandi)****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here