Pemkab Garut Larang Full Day School

0

Garut, Voiceofjabar.com – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Garut telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh sekolah, terutama sekolah dasar (SD) dan SMP untuk tidak menerapkan sistem belajar seharian penuh atau Full Day School (FDS).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dede Sutisna, menjelaskan berbagai faktor menjadi pertimbangan pihaknya mengintruksikan pelarangan tersebut.

“Khusus untuk Full Day School, kami sudah mengeluarkan kebijakan untuk tidak melaksanakan. Banyak faktor dan dampak jika itu dipaksakan di antaranya kurang terakomodirnya anak anak. Misalnya anak tidak bisa melaksanakan sekolah agama, program pesantren juga akan tumpang tindih kalau misalnya Full Day School ini dilaksanakan di sekolah umum, dan kalau misalnya Sabtu libur, emang anak-anak mau kemana?kata Dede di kantornya, Kamis (25/8).

Ia mengatakan, selain masalah waktu, sarana dan prasarana juga belum menunjang sepenuhnya. m Begitu pun lamanya belajar di kelas dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pendidikan itu sendiri karena lelah  dan jenuh.

Selain itu jam ngajar guru PNS 38 jam per minggu tidak akan terealisasi. Setelah jam 2 siang, belajar akan dirasa capek sehingga dikhawatirkan tidak efektif. Dede mengiyakan jika di Garut ada yang sudah melaksanakan FDS yakni SMA Negeri Garut.  Namun kewenangan SMA/SMK tidak lagi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten.

“Biar kan saja kalau SMA dan SMK melaksanakan sistem sekolah full day school, karena wewenangnya ada di Provinsi,” ujar Dede. (yef)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here