Netty Soroti Kasus Pelecehan Seksual di Pangandaran

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Pada bulan Maret 2017, tercatat kasus pelecehan seksual  anak di bawah umur mencapai 12 orang. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani  mengaku perihatin atas kejadian tersebut. Ia berharap kasus tersebut ditangani tim ahli yang melibatkan para psikolog.

“Saya sendiri sangat terpukul sekali ketika mendengar kabar pelecehan seksual tersebut. Maka perlu tim ahli pisikolog untuk melakukan peroses pemulihan atau trauma healing baik untuk korban dan keluarga korban. Penanganan tidak cukup dilakukan satu orang,”terangnya saat jadi keynote speaker dalam seminar Parents Gathering di Gedung Islamic Center (IC) Ciamis, Senin, (03/04).

Ia berharap kejadian tersebut tak terulang lagi. Untuk itu ia menekankan agar pembelajaran proteksi diri terhadap anak-anak perempuan khususnya dilakukan sejak dini. Para orang tua, kata Netty, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga dapat membimbing anaknya paling tidak di usia 0 sampai 6 tahun.

“Diharapkan para orang tua bisa memanfaatkan masa usia tersebut dengan berbagai meteologi pengasuhan dan penghimpunan,” tambahnya.

Senada, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Ciamis, Hj. Ai Elah Syam Arifin, mengajak ke pada seruruh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), untuk selalu berkoordinasi memerangi kasus pelecehan terhadap anak dan perempuan.

“Kita harus bekerjasama memerangi menyelesaikan masalah terhadap pelecehan terhadap anak dan perempuan, jangan sampai kasus di Pangandaran terulang kembali di Kabupaten atau Kota yang lainya,”tukasnya.

Ia mengajak untuk terus mensosialisasikan hal tersebut sampai ke unsur paling bawah melalui tim penggerak PKK. Bahkan pemberian pemahaman tentang bahaya pelecehan harus sampai ke tingkat RT.

“Supaya mereka lebih paham,”katanya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here