Pawai Obor & Peran Mahasiswa STISIP dalam Membangun Desa Inovatif

0

TASIK, Voiceofjabar.com – Menyambut Hari Raya Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah masyarakat Desa Rancapaku Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya berbondong-bondong merayakan PHBI dengan pawai obor mengelilingi Kampung dengan dilanjutkan Tausyiah dan Doa bersama serta Tampilan Marawis para Santri di Ponpes Baiturrohman Desa Rancapaku.

Pawai obor yang sudah menjadi tradisi tersebut, Desa Rancapaku pun seakan tidak mau ketinggalan dalam menciptakan sebuah ide kreatifitas dalam menyambut semangat 1 Muharram 1441 Hijriyah.

Kratifitas inovasi dalam membuat Obor Pionering yang digagas oleh Ketua LPM Desa Rancapaku beserta jajaran Pemuda Desa Rancapaku pun berhasil dilaksanakan. Tak lupa Mahasiswa PKN Kelompok 2 STISIP Tasikmalaya pun ikut berpartisipasi aktif dalam merangkai aneka hiasan dalam menyambut Tahun Baru Islam di Desa Rancapaku.

Menurutnya, Obor Pionering tersebut dibuat dengan 3 batang bambu yang ditancapkan dan dirakit memakai benang pramuka di atas kolam. Filosofinya yaitu api bisa dingin dengan air, artinya seluruh masyarakat harus mempunyai kesadaran bersosial dan berbudaya serta merekatkan tali silaturahmi dan menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam menjaga stabilitasnya ekonomi dan aqidah di Desa Rancapaku,” Kata Tokoh Pemuda dan sekaligus Pengurus LPM Desa Rancapaku Usep Abdurahman S.H.

Ketua PHBI Desa Rancapaku, Furqon Al Fariqi mengatakan bahwa pawai obor yang diikuti kurang lebih 5000 orang tersebut diharapkan bisa menumbuhkan spirit nilai-nilai keagamaan dalam membangun aqidah dan akhlaq yang lebih baik dalam beribadah kepada Allah.

Iwan selaku Sekdes Rancapaku mengapresiasi atas terselenggaranya PHBI yang digelar di Desa Rancapaku yang telah begitu antusias.

Menurutnya, dengan mengisi momentum tersebut dengan hal-hal yang menarik dan bermanfaat, membuat anak-anak muda generasi millennial mencintai budaya sendiri, sehingga dapat menangkal budaya barat yang tidak sesuai dengan Islam dan nilai-nilai Iman.

“Dengan acara ini mudah-mudahan bisa terjalin keakraban dan kekompakan antar masyarakat Desa Rancapaku,” Harap Iwan.

Di samping itu ia juga apresiasi Mahasiswa STISIP Tasikmalaya PKN Kelompok 2 yang sedang melaksanakan PKN di Desanya.

“Dengan adanya bantuan dari rekan Mahasiswa PKN, sehingga dengan adanya PKN ini mahasiswa bisa membantu melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Rancapaku,” kata Iwan.

Ia pun berharap para mahasiswa yang menjalani PKN ini dapat melihat peluang serta menggali potensi yang ada di Desa, hal ini bertujuan agar setelah menyelesaikan studinya di STISIP Tasikmalaya, mereka bisa menjadi pengusaha sehingga dapat membantu masyarakat dalam memberikan lapangan pekerjaan di Desa.

PKN STISIP

Mahasiswa STISIP Tasikmalaya membagikan 150 Obor kepada masyarakat Cibilut dan Cilaja, Sabtu Malam (31/8/19).

Ketua Kelompok 2 PKN STISIP Tasikmalaya, Zenal Abidin mengatakan bahwa pembagian obor tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat PHBI sekaligus memeriahkan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah atau 1 Muharram di Desa Rancapaku.

“Walaupun kegiatan PKN baru dilaksanakan selama 4 hari, namun antusias masyarakat Desa Rancapaku sangat luar biasa, baru pertama kali menginjakan kaki pun kita sudah langsung disambut dan disuguhkan dengan beberapa kegiatan yang sangat padat,” Kata Zenal.

Sesuai harapan dari perangkat desa setempat, Zenal Abidin juga menjelaskan bahwa sesuai program tema PKN STISIP Tasikmalaya yaitu mewujudkan Desa yang inovatif berbasis partisipasi masyarakat dan potensi lokal.

“Kita akan fokus terhadap memberdayakan potensi wirausaha yang ada di masyarakat, seperti Keripik Singkong dan hasil olahan ikan Baby Fish,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil potensi wirausaha yang ada di Desa Rancapaku tersebut terbentur dengan minimnya angka pemasaran, sehingga pemasaran hasil olahan tersebut cenderung jalan di tempat.

Oleh sebab itu kita akan berupaya melakukan pembinaan dan membantu supaya hasil olahan ekonomi tersebut bisa lancar dan lebih maju, sehingga kebutuhan ekonomi masyarakat akan lebih lancar.

Zenal pun menambahkan, selain konsen dalam inovasi ekonomi masyarakat, kita diamanatkan sesuai arahan Badan Pendamping Desa (BPD) untuk menangani penanggulangan penyakit TB-Paru (TBC) dan penurunan angka stunting.

“Meski tugas tersebut bukan sesuai bidang kami, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencoba menggali kebutuhan kesehatan di masyarakat, dengan cara menggandeng Puskemas yang ada di Desa Rancapaku untuk memberikan sosialisasi dan pemaparan perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here