Pasca Larangan AGP, Telur & Ayam di Ciamis Negatif Residu Antibiotik

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Dinas Peternakan & Perikanan Kabupaten Ciamis melansir laporan terkait hasil sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 tahun 2027 terkait larangan penggunaan obat pemacu pertumbuhan unggas atau Antibiotik Growth Promoter (AGP).

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Disnakan Kabupaten Ciamis, Asri Kurnia mengatakan bahwa hasil sosialisasi tersebut cukup menggembirakan. Hampir seluruh pengusahan ternak unggas se-Ciamis dalam catatan tahun lalu sudah tidak lagi menggunakan obat pemacu pertumbuhan unggas tersebut.

“Alhamdulilah untuk Ciamis berdasarkan laporan tahun 2017 lalu kita udah ambil sample pemotongan unggas baik sekala besar dan menengah untuk jenis telur dan ayam, hasilnya negatif residu antibiotik. Itu sudah hasil cek laboratorium,”katanya kepada Voiceofjabar, Kamis, (26/04).

Ia menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan bukti bahwa para pemilik usaha unggas di Ciamis khususnya sudah memahami konsekuensi yang bakal terjadi bila antibiotik terus digunakan. Residu obat pada ternak merupakan bagian penting yang harus dihindari.

Sebab, hewan ternak tersebut akan beredar di pasaran dan dikonsumsi manusia. Sehingga, melalui larangan tersebut kesehatan manusia juga dapat terjaga.

“Di samping itu AGP juga tidak ramah lingkungan,”katanya.

Menurutnya lagi bahwa banyak penemuan dan produsen obat yang menawarkan pengganti AGP tersebut mulai dari enzim, minyak esensial, asam organik, probiotik, prebiotik, dan lainnya yang terbukti mampu menghilangkan bakteri yang merugikan pada saluran pencernaan ternak.

“Enzim ini dapat menggantikan penggunaan AGP sekaligus vitamin dan mineral,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menerbitkan peraturan nomor 14 tahun 2017 mengenai larangan penggunaan AGP bagi hewan ternak. Sejalan dengan keluarnya aturan tersebut, pemerintah juga mengantispasi dampaknya.

Pemerintah pun menghimbau kepada para stakeholder untuk melakukan langkah strategis yakni menggunakan feed additive lain yang dapat meningkatkan FCR dan kesehatan unggas seperti probiotik, prebiotik, acidifier, enzim, dan-lain-lain;

Selain itu, dianjurkan penggunaan feed supplement yang berkualitas, penerapan Biosecurity 3 zona, peningkatan kualitas pakan dan
pemilihan DOC yang sehat dan berkualitas. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here