Pamsimas Kabupaten Sentuh Masyarakat Pinggiran Perdesaan Berpenghasilan Rendah

0

GARUT, voiceofjabar.com – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu sederetan pencapaian prestasi yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Garut, dimana Program ini dilaksanakan untuk wilayah yang berada di perdesaan dan pinggiran kota.

Dikatatakan Ketua Distrik Consultant (DC) Kabupaten Garut, Lia Heryani Widia Sari, di Kabupaten Garut sendiri Program ini, tujuannya untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat yang kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang ada di Kabupaten Garut.

“Dengan Pamsimas diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat,” ujarnya pada wartawan, Sabtu (15/12/2018).

Dikatakan Lia, dalam tahapan ini, proses lelang Pamsimas dilakukan secara prosedur dan transparan. Misalnya pengadaan barang dan jasa seperti pengadaan pipa sudah sesuai dengan juknis pengadaan barang dan jasa tingkat masyarakat pada program Pamsimas III Tahun 2018.

“Misalnya ketika volume pipa oleh supplier tidak sesuai spesipikasi, maka ketika pipa datang dari kiriman supplier, akan dilakukan pengecekan oleh KKM dan Fasilitator untuk mengetahui jenis, label SNI dan volume pengadaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dan penerimaan barang,” kata Lia.

Adanya pengusaha yang meminjamkan dana incash, jelas Lia, itu merupakan wujud swadaya murni masyarakat berupa iuran uang tunai, juga inkind berupa swadaya tenaga kerja, dan itu dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) di desa penerima manfaat kepada warga desa itu sendiri, bukan pinjaman dari pengusaha, tukasnya.

“Dan para Fasilitator Masyarakat (FM) menerima laporan administrasi dari KKM mengenai Incash dan Inkind tersebut. Dalam hal ini fasilitator maupun konsultan tidak boleh melakukan pungutan apapun. Adapun tekhnis penyerahan pengerjaan, DC atau FM tidak memberikan RAB kepada Pengusaha, yang disusun oleh KKM di tingkat desa, sementara Fasilitator Masyarakat (FM) hanya sebagai pendamping dalam penyusunan RAB tersebut,” terang Ketua Distric Consultant (DC) Kabupaten Garut.

Sementara Ketua Kelompok Penyedia Sarana Pengadaan Air Minum dan Sanitasi
(KPSPAMS) Jawa Barat, Agus Kusnadi menyampaikan, jika ada sarana prasarana Pamsimas yang tidak berfungsi di salah satu desa, maka pihaknya akan melakukan monitoring ke lapangan mencari penyebab ketidak berfungsian tersebut, setelah itu berkoordinasi dengan Dinas terkait sesuai hasil lapangan, katanya.

“Kami akan mencari upaya dan solusi untuk menanggulangi permasalahan atau kondisi ketidak berfungsian tersebut, baik oleh KPSPAMS, Pemerintah Desa maupun Dinas terkait, untuk ditindaklanjuti. Ketika data tersebut sudah dikaji, kemudian di input dan ada perubahan KPSPAMS, maka setelah itu akan ada perubahan kembali menjadi desa berfungsi. Intinya kalau ada laporan sebelum di input ke data SIM, Koordinasi dulu kepada SKPD terkait, untuk dikaji dan mencari solusi setelah itu baru di input,” pungkas Agus.

Terpisah, menanggapi keberhasilan Pamsimas di Kabupaten Garut, Bupati Garut Rudy Gunawan, SH, MH menuturkan,
Pamsimas merupakan program sinergitas antara Pemda Garut dengan masyarakat untuk melayani kebutuhan air bagi masyarakat pedesaan, terangnya.

“Di Garut Pamsimas cukup berhasil. Ini bukti bahwa program ini tidak harus dilakukan oleh pihak ketiga. Jika program ini dilaksanakan oleh Pokmas akan jauh lebih berhasil. Semoga program ini memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs) dimana tahun 2030 seluruh masyarakat sudah mendapat air bersih dan sehat untuk kebutuhan hidupnya,” pungkas Bupati Garut. Sandi***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here