Orang Tua Keluhkan, Dana PIP di Hak Pihak Sekolah

0

GARUT, voiceofjabar.com – Orang tua siswa MI Persis, yang berada di Kampung Cikarag, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, mengeluhkan dana Bantuan PIP sebesar Rp450 ribu tidak di bagikan oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah saat rapat dengan seluruh orang tua siswa, dana PIP tersebut akan di gunakan untuk kebutuhan siswa seperti pembayaran pakaian olahraga, batik dan bagi yang jelas VI, akan di gunakan untuk pembayaran komputer pelaksanaan ujian.

Yang anehnya, pada saat proses pencairan dana PIP, pihak sekolah membawa seluruh siswa yang berjumlah 20 orang. Namun, setelah dana itu cair, pihak sekolah langsung menariknya dari tangan siswa.

“Kalau proses pencairan dilakukan di Bank, anak saya yang mengambil di bawa oleh pihak sekolah. Setelah menandatangani pencairan uang tersebut langsung di bawa oleh pihak sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa, Evi, Jum’at (14/12/2018).

Dikatakan Evi, dirinya sangat sedih saat mendengarkan cerita dari anaknya saat pencairan dana PIP. Bahkan, anak yang duduk di kelas VI, sempat meminta uang tersebut pada pihak sekolah untuk membeli tas.

“Mah, uangnya pada merah semua “jaleger”, Rafli ingin beli tas sekolah. Tetapi uangnya di bawa oleh pihak sekolah,” ucap Evi, menirukan suara anaknya.

Evi mengaku, sangat sedih sampai meneteskan air mata, saat mendengar keluhan anaknya. Bahkan, sambil berharap pada rapat yang di gelar sekolah menerima uang. Namun, kenyataannya nol besar, termasuk Snack juga biayanya dari dana PIP.

“Tadi rapat, pulang dengan tangan kosong. Padahal, pihak sekolah menjelaskan dana yang terkumpul sebesar Rp 9 Juta,” akunya.

Ia menjelaskan, anaknya dalam setiap proses pencairan kadang di beri 50-100 ribu. Namun, yang sekarang di cairkan sama sekali tidak menerimanya.

Sementara Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Undang Munawar, mengatakan, pihaknya baru mendapatkan informasi adanya kejadian yang terjadi di MI Persis Cikarag.

“Kami akan segera menelusuri kajadian tersebut kebenaranya,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan PIP, tidak boleh adanya pemotongan atau tidak dibagikan. Setelah pencairan itu milik siswa, untuk dipergunakan untuk kebutuhan sekolah.

“Tidak diperbolehkan pihak sekolah mengkoordinir pencairan. Dana itu hak siswa,”

Undang mengaku, terkait sanksi bagi penyalahgunaan bantuan PIP, untuk Kepala Sekolah yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk dalam pelanggaran disiplin pegawai. Sedangkan untuk yang non PNS akan di berikan teguran.

Berdasarkan data yang ada di Kementrian Agama Kabupaten Garut, jumlah siswa penerima PIP tahap I, jenjang MI sebanyak 10.246, MTs sebanyak 11.838 dan MA sebanyak 4.128 dengan total anggaran sebesar Rp 8.808.600.000,00.

Sedangkan pada tahap II untuk MI sebanyak 8.119 siswa, MTs sebanyak 5.888 siswa dan MA sebanyak 2.233 siswa dengan total anggaran mencapai Rp 5.151.275.000,00.

Hingga berita ini di buat, Kepala Sekolah MI Persis Cikarag, Desa Mekarsari, Cibatu, Mansur, belum bisa di konfirmasi oleh media. Sandi***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here