Napi Lapas Garut Ketahuan Sembunyikan Narkoba di Selangkangan

0

Garut, Voiceofjabar.com – Salah seorang narapidana berinisial DR mencoba menyelundupkan obat terlarang berjenis Triple Hex yang disembunyikan di bawah kemaluannya dengan menggunakan plastik putih yang direkatkan dengan plester.

Barang haram ini didapat DR setelah mendapatkan kunjungan dari istrinya yang berinisial SH saat jam besuk di Rutan kelas IIB Garut Kamis tanggal 07 September 2019.

Saat itu, SH membawa pakaian berupa jaket 1 buah dan celana 1 buah serta membawa makanan berupa nasi padang sebanyak 1 bungkus. Sekilas tak mencurigakan.

Bahkan saat ada pemeriksaan barang bawaan, sikap SH tampak slow. SH pun berhasil masuk ke area kunjungan bertemu dengan suaminya DR. Namun, karena gerak-geriknya terbaca mencurigakan, petugas pun diam-diam mengawasi.

Saat kunjungan berlangsung ada saksi petugas yang melihat pelaku memberikan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Maka setelah kunjungan berakhir, petugas blok Indra Komara langsung melakukan pemeriksaan badan dan barang dengan maksimal.

Kecerdikan SH terbongkar. Petugas mendapati barang mencurigakan di bawah kelamin DR. Hasilnya ternyata Triple Hex, sejening psikotropika.

Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) pun melakukan penahanan terhadap tersangka S.H untuk pemeriksaan lebih lanjut.

DR mengaku memaksa isterinya agar membawa barang haram itu untuknya. DR pun memberi trik khusus agar barang itu bisa lolos ke penjara tanpa diketahui petugas.

“Saya yang memaksa istri saya membawa obat itu, dan saya juga yang memberitahunya cara menyembunyikannya di bawah rambut (pake plaster luka),” terang DR saat di BAP petugas.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada komandan jaga yang berkoordinasi dengan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Febrian Sony Budihardjo.

Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dan diketahui bahwa obat tersebut termasuk jenis psikotropika yang disebut Triple Hex / Trihex  dengan nama lengkap triheksifenidil (trihexyphenidyl).

Obat ini termasuk berbahaya karena memiliki jenis zat yang mampu merangsang saraf pusat, dan memberikan efek halusinasi. Istilah Trihex cukup dikenal oleh pemuda sebagai obat murah untuk nge-FLY. Padahal obat ini digunakan untuk para penderita Parkinson dan gangguan kejiwaan.

Kepala Rutan Garut, Sukarno Ali mengintruksikan untuk melakukan pemeriksaan intern terhadap DR dan SH lalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian yaitu Sat Narkoba Polres Garut untuk penyelidikan.

“Lakukan pemeriksaan dan kumpulkan setiap barangbukti dan data yang ada untuk membantu penyelidikan yang dilakukan oleh Satres Narkoba,” tegas Karutan Garut.

Karutan Garut menyebut upaya untuk menggagalkan penyelundupan barang terlarang membutuhkan kerja sama dari semua pihak, petugas pemasyarakatan, kepolisian dan masyarakat/keluarga. (avr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here