Museum Sejarah Bandung Telan Biaya 10,3 Miliar

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Tahun ini, museum sejarah segera hadir di Kota Bandung. ‎Museum ini dibangun di atas lahan 1.300 meter persegi di kawasan Jalan Aceh. Biaya yang dialokasikan pun cukup pantastis, yakni 10,3 miliar di luar pajak pertambahan nilai.

Engineer PT Tugu sebagai kontraktor menjelaskan bahwa museum tersebut didesain sederhana atau mnimalis. Bangunan seperti balok yang berdiri, disandingkan balok yang duduk. Desain dinding pun tidak ada aksen khusus, berupa onblock. Warna cat abu-abu dengan 3 lantai ruangan dan 1 lantai dak dengan ketinggian 12 meter.

Ia memastikan proses pembangunan sudah memasuki tahap final dan bakal rampung akhir Desember ini.

Kasi Pembinaan Objek Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Edward Parlindungan, mengatakan meski berdesain sangat minimalis, pada bagian penyajian konten museum akan menampilkan artefak dari Belanda dan visualisasi modern.

“Alat visualisasi didatangkan dari Kanada seharga Rp 3 miliar. Itu belum software. Untuk perangkat suaranya dari Finlandia,” katanya mengutip PR.

Menurut Edward, meski memuat sejarah, penyajiannya nanti lebih bersifat digital. Pengunjung bisa mengetahui penjelasan tentang sejarah tertentu hanya dengan sensor tangan, tidak perlu menyentuh layar.

“Ini lebih canggih daripada touchscreen. Untuk kontennya, anggarannya Rp 18 miliar,” tutur dia. Meski selesai pada akhir tahun ini, peresmian museum tersebut akan dilakukan sekitar Mei tahun depan, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Hal itu karena butuh waktu mengisi konten. Pembangunan landscape dan lelang konten akan ditenderkan pada 2017.

Sembilan patung pahlawan dari Kota Bandung juga akan menghiasai pelataran museum yang digagas pada 2015 tersebut di antaranya Dewi Sartika. “Sudah tiga patung yang selesai,” kata dia.

Selain di gedung abu tersebut, ruang pameran juga akan dibuka di bangunan heritage, tepat di depan museum. Karena merupakan benda cagar budaya, saat ini bangunan yang terdiri dari beberapa ruang tersebut tengah dipercantik seperti dicat ulang.

Edward mengatakan museum sejarah nantinya akan terintegrasi dengan Bandung Planning Gallery yang terletak di taman sejarah yakni di seberang museum sejarah. “Jadi ini menjadi museum sejarah yang memuat masa lalu Bandung. Sementara Bandung Planning Gallery adalah Bandung versi masa depan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here