Murah Meriah, Kerajinan ‘Batok’ Kelapa di Kota Banjar

0

Banjar, Voiceofjabar.com – Ada banyak bahan sederhana yang bernilai ekonomi. Salah satunya batok (tempurung) kelapa. Bahan yang satu ini dapat disulap menjadi sebuah karya kerajinan tangan dengan berbagi motifnya. 

Bagi Herdiana, warga Cigadung RT 04/03, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, tempurung kelapa sangat berarti bagi kelangsungan hidupnya. Beberapa kreasi dan modifikasi telah banyak dibuatnya. Seperti gantungan kunci, cincin, asbak, teko, dan gelas.

“Saya awalnya hanya iseng ngisi waktu luang, tetapi setelah hasilnya saya jual alhamdulillah lumayan, itupun saya jual dengan harga yang masih terjangkau” ujar Herdiana saat berbincang dengan Forum Jurnalis KPU Kota Banjar yang sedang melakukan kegiatan saba desa ke daerahnya beberapa waktu lalu. 

Untuk cincin, ia menjualnya seharga Rp.5000/pcs; gantungan kunci Rp.15.000/pcs; dan paket teko, gelas serta asbak Rp150.000.

“Harga variatif sesuai dengan tingkat kesulitan membuatnya,” ucapnya.

Herdiana mengaku, pekerjaan ini sudah digelutinya sejak lima bulan lalu. Pada saat itu, harga kelapa sedang anjlok, sehingga ia lebih memanfatkan kelapa dijadikan koprah dan batoknya dibuat kerajinan.

“Batok ini saya manfaatkan karena sayang kalau dibuang,” sebutnya.

Untuk pembuatan cincin, kata Heridana, dalam satu hari bisa jadi 5 pcs; gantungan kunci sehari bisa membuat 30 pcs; dan untuk satu paket teko, gelas, dan asbak hanya memakan waktu dua hari.

Menurutnya, hasil karyanya itu baru diedarkan ke wilayah Pangandaran, Cirebon dan Banjar. Terlebih jika ada pesanan lebih banyak. Ia selalu standby untuk membuatnya dalam jumlah lebih meski hanya menggunakan peralatan sederhana dan seadanya.

“Kalau ada yang pesan baru saya buat. Saya butuh alat yang cukup supaya bisa membuat lebih banyak lagi,” harapnya.

Sementara itu, Pjs Kades Karyamukti Yayat berharap, dengan adanya kegiatan media saba desa ini membantu, terutama untuk pemasaran produk di desanya.  

Selain itu, kata Yayat, diharapkan pemerintah terutama dari Dinas Perdagangan bisa melihat langsung dan turun memberikan bantuan alat untuk pembuatan kerajinan.

Ia pun berterimakasih kepada awak media yang memiliki perhatian terhadap produk daerah sehingga dapat dikenal masyarakat luas. 

“Saya berterima kasih karena tanpa media potensi yang ada di desa ini tidak akan diketahui masyarakat luas,” katanya. (AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here