Menuju Pilkada, Bupati Garut Klaim Masyarakat Puas atas Kinerjanya

0

Garut, Voiceofjabar.com – Bupati Garut, Rudi Gunawan menyatakan siap maju kembali di Pilkada 2018. Ia menuturkan sedang melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai.

“Jadi begini, saya sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai, di antaranya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Tidak menutup kemungkinan bisa mencapai labih dari 10 kursi,” ungkapnya belum lama ini.

Sementara dengan partai yang membesarkannya, Gerindra ia mengaku jarang berkomunikasi.

“Begini saya kalau dengan partai gerindra saya ini tidak banyak berkomentar. Saya tidak boleh berkomunikasi dengan anggota tetapi dengan sistem. Kalau itu saya juga sering berkomunikasi terutama dengan Pak Prabowo,” ucapnya.

Keinginan untuk maju kembali di pilkada, jelas Rudi, mengacu pada hasil survei tentang tingkat kepuasan warga Garut selama 4 tahun ia memimpin. Kalim Rudi warga Garut mayoritas puas. Kendati demikian, ia tak menafikan jika sebagian warganya enggan mengusungnya kembali.

“Saya melihat survey hasil kepuasan masyarakat dan lain sebagainya. Ternyata masyarakat Garut masih banyak yang menginginkan saya maju lagi sebagai bupati di atas 50 persen. Tapi sisanya kan masih banyak juga yang tidak menghendaki,” ujarnya.

Menurut Bupati, kepuasan masyarakat Kabupaten Garut terhadap kepemimpinan dirinya sekarang ini terus meningkat dan sudah menuju pada angka lebih dari 60 persen.

“Dari hasil survey yang lalu pada bulan april angka kepuasan masyarakat itu 54 persen, tapi ini juga tidak semua puas. Pokoknya rencana saya ini mengalir saja secara baik. Selain kepuasan masyarakat meningkat, juga beberapa partai politik sudah melakukan komunikasi dengan baik. Saya tentunya optimis lah,”katanya.

Rudi enggan berspekulasi dengan siapa ia melenggang nanti. Apakah dengan Helmi Budiman, wakilnya sekarang atau justeru orang lain. Beberapa nama saat ini mencuat bakal masuk di ringsatu incumbent, di antaranya Helmi Budiman dari PKS, Dedi Hasan Bachtiar dari PDIP dan Ade Ginanjar dari Golkar.

“Sistem di kita kan harus dengan partai politik dulu. Mau dengan Pak Helmi, dengan Pak Ade Ginanjar, dengan Pak Dedi Hasan Bahtiar itu soal nanti. Yang jelas dengan siapapun juga tergantung partai politik yang mengusungnya.” katanya. (yef)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here