Mengajar 24 Jam Per Minggu masih Meresahkan Para Guru

0

Purwakarta, Voiceofjabar.com – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mencermati Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  (PP) Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru yang mewajibkan jam mengajar minimal 24 jam per minggu.

Kenyataannya, sementara ini peraturan itu tampaknya belum berimplikasi positif bagi peningkatan kegiatan belajar mengajar di tiap sekolah, SMA dan SMK. Terutama bagi para guru.

Beberapa kepala sekolah dan guru SMK  di Purwakarta mengusulkan, mengingat banyaknya beban yang harus dikerjakan dan menyiya waktu, agar sistem 24 jam mengajar bisa diterapkan asal tidak berpatokan pada tatap muka semata.

“Melainkan juga diterapkan pada proses tahapan mengajar lainnya. Termasuk kegiatan administrasi dan sertifikasi,”ungkap salah seorang guru saat berdialog.

Unek-unek itu langsung ditanggapi anggota Komisi V DPRD Jabar, Chumaedi. Pihaknha berjanji akan menampung keluhan kepala sekolah dan guru untuk kemudian dibahas bersama Kementerian Pendidikan.

“Persoalan sedikit demi sedikit akan diselesaikan dan kami perjuangan, termasuk kesejahteraan para pendidik yang tentunya juga menjadi salah satu perhatian kami,”ungkap Anggota Komisi V Khumaedi saat berdialog dengan kepala sekolah serta guru SMK  Negeri dan Swasta di Kab. Purwakarta pada kunjungan kerja ke Kab. Purwakarta beberapa waktu lalu.

Problem penting lain yang dikeluhkan pihak sekolah adalah terkait minimnya jumlah guru produktif serta kurangnya jumlah siswa. Khususnya di Purwakarta. Sehingga perlu adanya ASN baru yang mengajarkan keahlian tertentu.

Diketahui, dari 15 SMK Negeri di Purwakarta, 8 sekolah belum memiliki lahan/bangunan sekolah.

“Komisi V sesuai dengan kewenangannya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan apa yang disampaikan oleh kepala sekolah dan guru-guru di Jawa Barat,”tutupnya (ab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here