Membaca Peluang Ekspor Bumbu Dapur ke Arab Saudi

0

Jeddah, Voiceofjabar.com – Berdasarkan data Trade statistics for international business development dari UN Comtrade untuk lima tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia untuk komoditas dengan kode HS-21 (Miscellaneous edible preparations) termasuk bumbu masak terus meningkat.

Pada tahun 2012 nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk komoditas dengan HS-21 adalah sebesar USD 14,4 juta, tahun 2013 senilai USD 12,9 juta, tahun 2014 senilai USD 13,5 juta, tahun 2015 senilai USD 14,4 dan tahun 2016 senilai USD 15,7 juta.

Sedangkan nilai impor Arab Saudi dari seluruh dunia selama lima tahun terakhir sejak tahun 2012 adalah senilai USD 1,38 miliar, tahun 2013 senilai USD 1,5 miliar, tahun 2014 senilai USD 1,54 miliar, tahun 2015 senilai USD 1,62 miliar, dan tahun 2016 adalah senilai USD 1,47 miliar.

Pada tahun 2016 Indonesia merupakan negara peringkat ke-22 penyuplai komoditas HS-21 dengan nilai USD 29,8 juta, Malaysia pada urutan ke-20 dengan nilai USD 16,14 juta, dan China pada urutan ke-21 senilai USD 15,86 juta. Indonesia menyuplai 1,07% kebutuhan total dari Arab Saudi.

Sedangkan lima negara pengekspor komoditas HS-21 terbesar ke Arab Saudi adalah Irlandia (USD 369,5 juta), Amerika Serikat (USD 129,5 juta), Uni Emirat Arab (USD 118,5 juta), Mesir (USD 77,6 juta), dan Denmark (USD 72,5 juta).

“Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk masuk ke pasar Arab Saudi. Para pengusaha harus terus berupaya meningkatkan kualitas produknya untuk mengisi pasar yang lebih besar di Arab Saudi,” pungkas Gunawan, Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah.

Sumber: Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here