Longsor Bandung Barat, DPRD Jabar Usulkan Relokasi

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan peninjauan ke lokasi terdampak bencana longsor di Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini.

Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Yomanius Untung .
Dalam kesempatan tersebut Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat memantau secara langsung kondisi posko-posko pengungsian bencana, dan situasi terakhir pasca musibah tanah longsor tersebut serta memberikan bantuan logistik kepada para korban terdampak musibah tersebut.

Wakil Ketua Komsi V DPRD Povinsi Jawa Barat Yomanius Untung prihatin dan turut berduka cita atas bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Bonjot, Kabupaten Bandung Barat. Ia pun berharap proses evakuasi para korban berjalan lancar, dan korban dapat segera ditemukan.

“Kita prihatin atas bencana yang menimpa warga di sini, dan turut berduka cita bagi para korban yang tertimpa musibah ini, serta mudah-mudahan korban yang belum ditemukan bisa secepatnya ditemukan” ungkap Yomanius usai melakukan pemantauan lokasi bencana.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan bahaya dari bencana alam yang bisa setiap saat mengancam keselamatan. Menurutnya salah satu dari sikap dari kewaspadaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah memahami tentang zonasi lingkungan.

“Kita memang harus melihat pemetaan zona mitigasi bencana, dan zona yang masih diperbolehkan untuk dihuni untuk dijadikan tempat tinggal, dan ternyata tempat ini sudah tidak boleh dihuni lagi. Sehingga perlu dilakukan relokasi” katanya.

Lebih lanjut Yomanius berharap pemerintah setempat atau dalam hal ini stakeholder terkait dapat melakukan perancanaan yang matang terkait langkah relokasi bagi masyarakat terdampak bencana longsor tersebut.

“Relokasi kemungkinan harus tetapi tempat relokasinya harus betul-betul matang jangan sampai kemudian mereka kembali ke tempat semula” ujar Yomanius.

Yomanius menambahkan, rencana untuk penyediaan tempat relokasi harus memperhatikan ketersediaan fasilitas-fasilitas penunjang bagi para korban.

“Ada sarana pendidikan, peribadahan, kemudian untuk mata pencaharian dapat diakses dengan mudah sehingga mereka tidak lagi kembali ke tempat semula” kata Yomanius.

Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat dalam melakukan upaya peringatan kepada masyarakat terkait antisipasi bencana. Namun permasalahan yang muncul di di masyarakat adalah, masih kurangnya kesadaran dari masyarakat terkait permasalahan zonasi lingkungan.

“Pemerintah setempat sudah mengingatkan bahwa daerah ini adalah daerah yang berbahaya untuk ditinggali, tetapi karena kultur masyarakat (disini) menganggap bahwa tempat ini merupakan tempat turun temurun sehingga merasa disinilah kehidupannya. Ini perlu kesadaran masyarakat agar tau betul permasalahan zonasi lingkungan, sehingga mengetahui lokasi aman dan tidak aman” pungkasnya.

Sebelumnya musibah tanah longor melanda Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat pada Senin pukul 06.00 WIB. Musibah tersebut mengakibatkan satu rumah tergerus oleh longsoran tanah dari bukit setinggi 300 meter, dan menewaskan dua korban jiwa.

Sampai saat ini bencana longsor tersebut diakibatkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi di kawasan selama dua hari terakhir. (ab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here