Lewat Papan Permainan, Dompet Dhuafa Jabar & KPK Cetak Generasi Anti Korupsi

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember 2017 mendatang, Dompet Dhuafa Jawa Barat
bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Pelatihan Penyuluh Anti Korupsi, di kantor Dompet Dhuafa Bandung, Rabu (6/12).

Dalam training ini, peserta dilatih menjadi Penyuluh Anti Korupsi untuk menyebarkan semangat antikorupsi dan menanamkan nilai-nilai integritas kepada pelajar dan remaja melalui permainan papan (boardgame) antikorupsi. Peserta pelatihan berasal dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa dan pegiat sosial.

“Dompet Dhuafa Jabar punya konsen yang kuat dalam anti korupsi karena kita menyadari bahwa korupsi ini relevan dengan kemiskinan. Jadi kita berfikir bahwa upaya mencegah korupsi di indonesia juga linear dengan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan sehingga Dompet Dhuafa Jabar punya semangat untuk mengambil momentum hari anti korupsi nanti,”terang Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar, Udhi Tri Kurniawan kepada wartawan.

Pelatihan anti korupsi tersebut tidak mengambil porsi yang serius. Akan tetapi disajikan dengan metode-metode permainan (games) dalam papan permainan sehingga mudaj dicerna oleh kalangan pelajar dan anak-anak.

“Karena saya yakin korupsi tidak akan selesai dengan hanya penindakan tapi juga bisa dikurangi dengan cara pencegahan salah satunya lewat pendidikan. Jadi boardgame ini nanti akan kita sebar ke anak-anak dan pelajar di Bandung. Saya yakin metode ini efektif menanamkan nilai-nilai anti korupsi,”jelasnya.

Sementara itu, narasumber dari KPK melalui Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Rommy Iman mengatakan Kota Bandung menjadi fokus garapan sosialisasi training broadgame tersebut.

Ia beralasan segmentasi kalangan usia muda di Kota Bandung cukup tinggi sehingga sangat tepat jika sosialisasi tersebut diarahkan kepada mereka. Terutama anak-anak usia dini. Sehingga di masa mendatang nilai-nilai anti korupsi, nilai-nilai kejujuran dann kepedulian benar-benar tertanam dalam jiwa mereka.

“Sehingga diharapkan 10-15 tahun ke depan tercipta generasi yang anti korupsi dan berintegritas,”katanya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here