Lakukan Penipuan, Polisi Jadi-Jadian Diringkus

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Kepolisian Resort Kabupaten Ciamis berhasil membekuk seorang polisi gadungan berinisial DIF (39) warga Karanggedang Ciamis, Kamis, (29/03) lalu.

Dalam keterangan pers, Jumat, (06/04) Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menerangkan bahwa pihaknya mendapat laporan dari masyarakat perihal keberadaan salah seorang yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi berpangkat AKP yang berdinas di Satuan Narkoba Unit 7 Polda Jawa Barat yang bertugas di wilayah hukum Ciamis.

Setelah ditelusuri, sang polisi gadungan itu benar-benar telah melakukan aksi pemerasan dan penipuan. Korbannya adalah seorang janda berinisial YN (41).

YN berkenalan dengan DIF lewat facebook. Kepada YN, DIF mengaku sebagai anggota polri. Dengan bermodalkan seragam, pistol mainan, identitas kepolisian palsu dan tanda kewenangan polri, DIF pun melancarkan modusnya terhadap YN.

Setelah intens menjalin keakraban di dunia maya, sang polisi gadungan itu mengajak YN bertemu untuk meyakinkan bahwa dirinya benar-benar anggota polri. YN pun terbujuk rayuan DIF. Tanpa berfikir panjang, YN pun menerima ajakan DIF untuk menikah sirri dengannya.

“Pernikahan berlangsung tanpa adanya saksi dan tanpa kehadiran tokoh agama. Surat pernyataan nikah siri dibuat sendiri,”katanya.

Setelah menikah, sambung Kapolres, DIF meminta YN untuk menjual beberapa aset miliknya. Di antaranya, satu unit sepeda motor, satu buah handphone. Selain itu, pelaku juga meminjam uang korban sebesar Rp15 juta. Jika ditotalkan, kerugian korban mencapai Rp30 juta.

“Pelaku berjanji kepada korban akan mengganti semua barang milik korban setelah gajian. Tapi setelah sampai pada waktu yang dijanjikan, pelaku tidak juga menggantinya. Korban pun melapor dan pelaku kami tangkap di kediaman korban pada 29 Maret 2018,”terangnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 378 Junto pasal 372 dengan hukuman kurungan penjara selama 4 tahun.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap orang yang belum dikenal. Terlebih di dunia maya.

“Kami himbau agar masyarakat waspada terhadap dunia maya. Karena sering terjadi kejahatan. Kalau orangnya belum dikenal betul, ya harus benar-benar dikroscek secara detail terlebih dahulu. Kenali dulu,”pungkasnya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here