KPAI Kab Tasik Diminta Tidak “Tukcing”

0

Tasikmalaya, Voiveofjabar.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya resmi dikukuhkan, Kamis, (13/04). Dilantik langsung oleh Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Bupati berharap KPAID Kabupaten Tasik cepat tanggap terhadap segala problem yang menyangkut anak. Termasuk upaya diskriminasi dan eksploitasi. Jangan sampai, kata dia, setelah dibentuk lembaganya lalu diam stagnan.

“Harapan kami kepada KPAI action atau gerakannya jangan hanya ada insiden dan kejadian. Jangan “Tukcing” (dibentuk lalu cicing/diam),”tandasnya kepada wartawan usai melantik.

Kedua, tambah Uu, dalam aksinya, KPAI diharapkan tidak menunggu anggaran cair. Sebab lembaga tersebut menyangkut kemanusiaan yang dalam kerjanya dibutuhkan empati nurani.

“Kalau menunggu anggaran enam bulan tujuh bulan baru kerja, iti tidak ada artinya,”tandasnya.

Selain itu Uu menyarankan dalam memacu pergerakan di masyarakat, KPAI juga diminta agar melibatkan ulama dan sekolah, tempat dimana anak-anak belajar dan berkumpul.

“Pencegahan harus diperkuat dan harus ada gerakan di masyarakat bagaimana supaya anak kita terlindungi,”ujarnya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikamalaya Ato Rinanto menyampaikan bahwa Langkah awal yang akan ditempuh oleh KPAID akan menangani masalah urgent yang ada di depan mata. Seperti pelecehan seksual.

“Kita akan konsen di situ.  Ini yang terpenting memetakan persoalan anak dari tiap daerah dari utara selatan barat dan timur,”katanya.

Ia juga mengajak para anggota legislatif turut memikirkan secara konsen kepada anak – anak yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian, lanjut dia, kepada  KPAI provinsi dan pusat ia berharap dapat memberikan akses anggaran  yang bersumber dari APBD Provinsi atau APBN.

“Karena kita punya keterbatasan untuk itu. Dan kalau kita berbicara perlindungan umum dan secara khusus kepada anak, kalau secara umum bagaimana kita mengembalikan hak anak, itu secara mendasar. Itu artinya adalah hak mereka bermain, hak memberikan kenyamanan dan hak memberikan pendidikan, dan hak mendapatkan kasih sayang dari orang tua,”terangnya. (jang)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here