Kota Banjar Butuh 2 Stasiun Kereta, Ini Alasannya

0

BANJAR, Voiceofjabar.com — Jalur Kereta API Banjar – Pangandaran dengan rute sepanjang 82 KM akan diaktifkan kembali oleh PT KAI tahun ini setelah garapannya terhenti pada tahun 1982 silam. Demikian diungkapkan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro belum lama ini.

Rencana tersebut direspon Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana. Menurutnya, reaktivasi tersebut akan memberi dampak positif bagi perekonomian Kota Banjar. Sisi lain, ia meminta PT KAI agar menambah satu stasiun kereta api lagi di Kota Banjar. Setidaknya stasiun baru dibangun radius 2 kilo meter dari stasiun lama.

“Kami berharap ada stasiun baru khusus KA Banjar – Pangandaran minimal jarak dari stasiun yang sekarang itu 2 KM,” ujarnya, Kamis (03/01/19) di ruang kerjanya.

Diketahui, stasiun KA di Kota Banjar saat ini terletak di wilayah Kel. Hegarsari Kec. Pataruman Kota Banjar.

Jika keinginan itu diakomodir pihak PT KAI, kata dia, keberadaan stasiun baru di Kota Banjar dapat memberi dampak ekonomi yang signifikan. Setidaknya, kata dia, sebelum berangkat menuju Pangandaran, para penumpang dapat terlebih dahulu berbelanja melengkapi keperluan mereka.

“Bisa makan dulu, beli keperluan untuk melanjutkan ke tujuan dan lain sebagainya. Maka  dengan adanya stasiun khusus Banjar -Pangandaran, masyarakat Kota  Banjar pun akan mendapatkan cipratan ekonomi. Tapi itu semua kewenangan PT. KAI apakah PT. KAI mau merespon dan peduli dengan keinginan kami, ” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan rencana reaktivasi jalur Banjar-Pangandaran yang melewati rute sepanjang 82 kilometer sampai Stasiun Cijulang akan dimulai tahun ini. Pemerintah Provinsi Jabar pun bersemangat membantu proses reaktivasi jalur tersebut.

“Rencana jalur Pangandaran, kan, sudah diumumkan, pemerintah juga ingin reaktivasi. Doakan saja mudah-mudahan kami bisa menjalankan itu karena pikir kami juga masyarakat punya akses yang mudah untuk ke kota-kota besar,” kata Edi Sukmoro di Stasiun Bandung, Rabu (2/1).

Menurut Edi Sukmoro perencanaan reaktivasi jalur ini memang akan dimulai tahun ini tapi pihaknya belum bisa menentukan target operasionalnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang ini sudah melewati tahap studi dan perencanaan.

Tahap selanjutnya adalah penertiban bangunan di atas jalur dan pembebasan lahan untuk stasiun baru. (SEP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here