Kopi Unggulan Khas Jabar Belum Dirasakan Utuh oleh Kaum Pribumi

0
Foto: IST

Garut, Voiceofjabar.com – Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Jawa Barat, Asep Achlan mengatakan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar dalam menguasai pasar kopi. Hal ini terlihat dari 27 Kabupaten/Kota terdapat 18 Kabupaten merupakan penghasil kopi. Diketahui, Jawa Barat memiliki 18 kabupaten penghasil kopi yang kenikmatannya sudah terasa hingga ke mancanegara.

Ia menerangkan bahwa di Jawa Barat terdapat 81 brand kopi yang sudah dipasarkan dari dua jenis kopi, yakni jenis Robusta dan Arabika. Untuk menguasai pasar Internasional, kata dia, APEKI Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Jawa Barat, Disperindag Jabar, Perhutani dan Dinas Koperasi, terus melakukan pembinaan terhadap para petani kopi di Jawa Barat.

“APEKI Jabar telah membentuk suatu wadah Koperasi Java Preanger Kopi. Yang mana nama koperasi tersebut diambil dari brand Kopi Java Preanger. Nantinya dalam pemasarannya atau mempromosikan Kopi unggulan Jawa Barat, koperasi ini memiliki sentral dalam mengangkat Jawa Barat dalam industri kopi,”katanya di sela acara pembentukan APEKI Kabupaten Garut, belum lama ini.

“APEKI akan terus mempromosikan Kopi Jawa Barat ke mancanegara dengan menggandeng beberap dinas di Provinsi Jawa Barat. Ini tugas kita untuk memasarkan dan mempromosikan Kopi unggulan Jawa Barat,”tambahnya.

Kendati kopi khas Jabar ini sudah mendunia, namun belum sepenuhnya diketahui dan dinikmati oleh warga pribumi sendiri khususnya warga Jawa Barat. Sehingga dibutuhkan upaya dan langkah pasti agar aroma kopi khas tanah pasundan ini lebih memasyarakat di lidah warga pribumi.

“Inilah yang tengah dipikirkan, bagaimana caranya warga Jabar bisa merasakan kenikmatan kopi unggulan Jabar,”ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Asep, diperlukan adanya pembentukan wadah APEKI di tiap Kabupaten/Kota sebagai naungan para petani kopi. “Kalau Jabar sudah ada koperasinya Java Preanger Kopi, kalau untuk tingkat kabupaten/kota, namanya diserahkan langsung pada APEKI Kabupatennya masing-masing,”tandasnya.

Di Kabupaten Garut sendiri sudah ada 18000 hektare tanah yang ditanami kopi. Ia menganggap kopi Garut potensial untuk dipasarkan di pasar modern. (yef)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here